Home » Info » Ascomycota : Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi

Ascomycota : Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi

Posted on

Ascomycota : Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi

A. Ciri-ciri Ascomycota

Kelompok jamur Ascomycota memiliki ciri utama, yaitu menghasilkan askospora sebagai hasil reproduksi seksual. Askospora dihasilkan oleh alat reproduksi seksual, yaitu askus. Askus memiliki bentuk struktur seperti kantong. Ascomycota ada yang bersel satu ada yang bersel banyak. Ascomycota multiseluler memiliki hifa yang bersekat. Pada beberapa jenis Ascomycota, hifa bercabang-cabang membentuk miselium dan tersusun kompak menjadi tubuh buah makroskopis yang disebut askokarp atau askokarpus. Bentuk askokarp bervariasi, antara lain berbentuk botol, bola, dan mangkok. Pada askokarp terdapat banyak askus yang di dalamnya terdapat askospora.

 B. Cara Hidup Ascomycota

Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organic terutama dari tumbuhan atau sisa-sisa organism di dalam tanah maupun di laut. Ascomycota bersel satu atau ragi hidup pada bahan yang mengandung gula atau karbohidrat, misalnya singkong yang menghasilkan tapai atau sari anggur untuk membuat minuman anggur merah (wine). Beberapa jenis ada yang hidup sebagai parasit pada organism lain. Jamur morel (Morchella esculenta) hidup bersimbiosis mutualisme dengan tumbuhan membentuk mikoriza. Ascomycota yang hidup pada permukaan sel mesofil daun dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama serangga dengan cara mengeluarkan racun. Sekitar 30.000 spesies atau separuh dari jumlah spesies Ascomycota yang ditemukan hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk lichen (lumut kerak).

Info lain :  Materi dan Energi

C. Daur Hidup Ascomycota

Dalam daur hidupnya, Ascomycota uniseluler maupun multiseluler dapat bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).

  1. Reproduksi aseksual Ascomycota
  • Ascomycota uniseluler, bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas dari sel induk. Tunas yang terlepas akan menjadi sel jamur baru. Namun, bila tidak terlepas maka sel tunas akan membentukrantai pseudohifa (hifa semu).

 

Ascomycota multiseluler,  bereproduksi aseksual dengan dua cara, yaitu fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa dewasa yang terputus akan tumbuh menjadi hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung konidiofor akan terbentuk spora yang diterbangkan angin yang disebut konidia. Konidia memiliki jumlah kromosom yang haploid (n). Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-warni, antara lain berwarna orange, hitam, biru atau kecokelatan. Bila kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa akan bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n).

  1. Reproduksi seksual Ascomycota
  • Ascomycota uniseluler. Reproduksi Ascomycota uniseluler diawali dengan konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Hasil penyatuan tersebut menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot tumbuh membesar manjadi askus yang diploid. Inti (nucleus) diploid di dalam askus membelah secara meiosis menghasilkan 4 inti yang haploid. Di sekitar empat inti tersebut terbentuk dinding sel sehingga terbentuk 4 askospora yang haploid di dalam askus. Bila askus sudah masak, maka askus akan pecah mengeluarkan askospora. Askospora tumbuh menjadi sel baru yang haploid
  • Ascomycota multiseluler. Reproduksi seksual jamur Ascomycota multiseluler adalah sebagai berikut.
  • Hifa (+) dan hifa (-) yang masing-masing berkromosom haploid berdekatan. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina), sedangkan hifa (-) membentuk anteridium (alat reproduksi jantan).
  • Askogonium membentuk saluran menuju anteridium; disebut trikogin. Melalui trikogen terjadi proses plasmogami (peleburan sitoplasma). Askogonium akan menerima nucleus haploid dari anteridium sehingga askogonium memiliki kumpulan inti dari keduanya (dikariotik).
  • Askogonium tumbuh menjadi hifa dikariotik yang bercabang-cabang dan tergabung dalam askokarp (tubuh buah).
  • Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dikariotik.
  • Di dalam askus terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga terbentuk inti yang diploid (2n).
  • Inti diploid di dalam askus membelah secara meiosis menghasilkan 4 nukleus yang haploid (n).
  • Masing-masing nucleus haploid membelah secara mitosis sehingga di dalam askus terdapat 8 nukleus. Selanjutnya, di sekitar nucleus terbentuk dinding sel dan terbentuk askospora yang haploid (n).
  • Bila askus telah masak, maka askospora akan tersebar secara serentak. Hal ini terjadi karena jika satu askus pecah berakibat pada pecahnya askus lain.
  • Askospora yang jatuh di tempat yang cocok akan berkecambah menjadi hifa baru yang haploid (n). hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n).
Info lain :  Hubungan Mengkonsumsi Susu Setiap Hari Dengan Kesehatan Tubuh

D. Contoh Ascomycota

Anggota jamur dalam divisi Ascomycota disebut fungi kantong (sac fungi). Para ahli mikologi telah mendeskripsikan sekitar 60.000 fungi kantong, baik yang uniseluler maupun multiseluler.

  1. Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur bersel satu dan memiliki dinding askus yang tipis, dikenal sebagai khamir. Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk pembuatan minuman beralkohol, tapai, dan pengembang adonan roti. Jamur ini dapat mengubah gula menjadi alcohol dan karbon dioksida (CO2) melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk menjadikan adonan roti mengembang.
  2. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum digunakan untuk pembuatan antibiotic penisilin dengan cara mengekstraksi biakan cair. Penisilin digunakan untuk membansmi bakteri, antara lain Neisseria meningitides, Streptococcus pneumoniae, dan Staphylococcus
  3. Penicillium roqueforti dan Penicillium camemberti digunakan dalam pembuatan keju.
  4. Kapang biru (blue mold) yang tumbuh pada buah jeruk merupakan jamur Penicillium yang hidup saproba.
  5. Neurospora crassa dan Neurospora sitophila merupakan jamur oncom yang memiliki spora berwarna oranye.
  6. Morchella esculenta, jamur yang memiliki tubuh buah mengandung banyak air dan enak dimakan. Jamur ini sering ditemukan di bawah pohon buah-buahan.
  7. Claviceps purpurea merupakan jamur Ascomycota berwarna ungu yang biasa disebut ergot, bersifat parasit pada gandum hitam (rye). Bila jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, lalu dikonsumsi manusia, maka akan menimbulkan penyakit Gejala yang dialami antara lain kejang saraf, rasa panas terbakar, halusinasi, dan kegilaan temporer (sementara). Tuber melanosporum (truffle) merupakan jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. Truffle sangat disukai oleh para ahli pencicip kuliner karena memiliki cita rasa yang enak. Pencari truffle biasanya menggunakan bantuan anjing yang memiliki penciuman tajam untuk menemukannya
Info lain :  Aspek-aspek Membaca

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *