Pemerolehan Bahasa Anak dalam Fonologi, Sintaksis, Semantik

72 views
Reading Time: 2 minutes

Pemerolehan Bahasa Anak dalam Fonologi, Sintaksis, Semantik

fonologi semantik sintaksis

 

Anak-anak dalam memperoleh bahasa ada 3 fase bidang yang dilaluinya yaitu fonologi, sintaksis, semantik. Berikut selengkapnya :

Pemerolehan dalam bidang fonologi

Pada  umur  sekitar   6  minggu,  anak  mulai  mengeluarkan  bunyi-bunyi yang  mirip dengan   bunyi   konsonan  atau   vokal.  Bunyi-bunyi   ini   belum   dapat   dipastikan bentuknya karena  memang  terdengar dengan  jelas. Proses  bunyi-bunyi seperti ini dinamakan cooing, yang telah  diterjemahkan menjadi  dekutan (Dardjowidjojo 2000:63). Anak mendekutkan bermacam-macam bunyi yang belum jelas identitasnya.

Pada sekitar  umur  6 bulan, anak mulai mencampur konsonan dengan  vokal sehingga membentuk apa yang dalam bahasa  Inggris dinamakan babbling, yang telah diterjemahkan  menjadi   celotehan  (Darmowidjojo:  2000:   63).

Celotehan   dimulai dengan  konsonan dan  diikuti  oleh  sebuah   vokal. Konsonan  yang  keluar  pertama adalah  konsonan bilabial  hambat   dan  bilabial  nasal. Vokalnya adalah  /a/ dengan demikian, strukturnya adalah  KV. Sehingga muncullah  struktur seperti berikut:    KV KV  KV……papapa   mamama  …..   Konsonan   dan  vokalnya   secara   gradual   berubah sehingga muncullah  kata-kata seperti dadi, dida, dan sebagainya.

 

Pemerolehan dalam bidang Sintaksis

 

Dalam bidang sintaksis, anak memulai berbahasa dengan mengucapkan satu kata atau bagian  kata. Kata ini, bagi anak sebenarnya adalah  kalimat  penuh, tetapi  karena  dia belum  dapat  mengatakan lebih  dari  satu  kata, dia hanya  mengambil  satu  kata  dari seluruh kalimat  itu.  Yang  menjadi   pertanyaan adalah  kata  mana  yang  dia  pilih? Seandainya  anak  itu  bernama Dodi dan  yang ingin  ia sampaikan adalah  Dodi mau bobok, dia  akan  memilih  di  (untuk   Dodi),  mau  (untuk   mau), ataukah bok  (untuk bobok)? Kita pasti akan menerka bahwa dia akan memilih bok.

 

Pemerolehan dalam bidang Semantik

Dari  segi  sintaksis,  USK (Ujaran  Satu  Kata)  sangatlah sederhana  karena   memang hanya terdiri dari satu kata saja, bahkan untuk bahasa seperti bahasa Indonesia hanya sebagian  saja  dari  kata  itu. Namun  dari  segi  semantiknya, USK adalah  kompleks karena  satu kata ini  bisa memiliki lebih dari satu makna. Anak yang mengatakan /bil/ untuk mobil bisa bermaksud mengatakan: Ma, itu mobil. Aku mau ke mobil. Papa ada di mobil, dsb.nya.

 

 

Anak Bahasa

Related Post

Leave a reply