Home » Pustaka » Basidiomycota (Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi)

Basidiomycota (Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi)

Posted on

Basidiomycota (Karakteristik, Cara Hidup, dan Reproduksi)

A. Ciri-ciri Basidiomycota

Istilah Basidiomycota berasal dari bahasa Yunani, basidium yang artinya alas kecil. Seluruh jamur Basidiomycota memiliki struktur tubuh bersel banyak (multiseluler) dengan hifa bersekat. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium. Miselium tersususn padat membentuk tubuh buah makroskopis, namun ada pula yang tidak membentuk tubuh buah.

Tubuh buah Basidiomycota disebut basidiokarp atau basidiokarpus. Bentuk basidiokarp bervariasi, antara lain seperti payung, lingkaran, kancing, atau telinga manusia. Pada bagian bawah payung terdapat bilah-bilah berbentuk lembaran seperti insang (gill) tempat basidium menghasilkan basidiospora sebagai alat reproduksi secara seksual. Jumlah basidiospora yang dihasilkan bisa mencapai miliaran.

Stinkhorn merupakan Basidiomycota yang menghasilkan sekumpulan basidiospora yang berlendir, lengket, dan berbau busuk sehingga menarik lalat atau serangga lain untuk membantu penyebaran spora jamur.

 

B. Cara Hidup Basidiomycota

Pada umunya, Basidiomycota hidup sebagai saproba (pengurai) sisa-sia organism yang sudah mati. Basidiomycota hidup di tanah yang mengandung sampah organic, di batang kayu yang mati, atau di tumpukkan jerami. Dibandingkan dengan jenis jamur lainnya, Basidiomycota merupakan pengurai polimer lignin kompleks terbaik. Lignin merupakan komponen penyususn kayu. Basidiomycota jug adapt hidup bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan dengan membentuk mikoriza, namun ada pula yang hidup parasit pada organism lainnya.

Info lain :  Cara Memproduksi Antibodi Monoklonal

 

C. Daur Hidup Basidiomycota

Basidiomycota bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Berbeda dengan kelompok jamur Ascomycota, reproduksi seksual pada Basidiomycota lebih sering terjadi daripada reproduksi secara aseksual.

 

 

  1. Reproduksi aseksual Basidiomycota

Reproduksi secara aseksual terjadi dengan membentuk konidiospora (spora konidia). Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung konidiofor terbentuk spora yang dapat diterbangkan oleh angin, disebut konidia.  Konidia memiliki jumalh kromosom yang haploid (n). Bila kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidiaakan berkecambah menjadi hifa yang haploid.

     2. Reproduksi seksual Basidiomycota

Reproduksi secara seksual terjadi melalui peleburan antara hifa berbeda jenis yang akan menghasilkan spora seksual basidiospora. Mekanisme reproduksi seksual Basidiomycota adalah sebagai berikut.

  • Miselium (+) dan miselium (-) yang masing-masing berkromosom haploid (n) bertemu. Miselium ini terdiri atas hifa-hifa monokariotik (berinti sel satu).
  • Terjadi plasmogami antara miselium (+) dengan miselium (-) menghasilkan miselium dengan hifa dikariotik (berinti sel dua). Miselium dikariotik memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mendesak pertumbuhan miselium haploid induknya.
  • Perubahan cuaca lingkungan, misalnya musim hujan atau perubahan suku, mengakibatkan miselium dikariotik membentuk tubuh buah (basidiokarp). Miselium dikariotik yang membentuk tubuh buah ini berumur panjang.
  • Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel-sel dikariotik yang disebut basidium.
  • Selanjutnya, terjadi kariogami (peleburan inti) yang akan menghasilkan nucleus yang diploid (2n).
  • Nucleus diploid (2n) segera membelah secara meiosis menghasilkan empat inti yang haploid (n).
  • Masing-masing basidium melakukan empat pertumbuhan penjuluran atau membentuk tonjolan yang disebut sterigma. Satiap satu nucleus haploid masuk ke dalam satu sterigma sehingga berkembang menjadi basidiodpora yang haploid (n).
Info lain :  Cara membuat kompos dengan sederhana

Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan berkecambah menjadi hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid

D. Contoh Basidiomycota

Terdapat sekitar 25.000 spesies jamur Basidiomycota yang sudah diidentifikasi. Beberapa jenis Basidiomycota dapat dimanfaatkan sebagai makanan, namun ada pula yang beracun.

  1. Volvariella volvacea (jamur merang), sering ditemukan pada tumpukan jerami (sisa-sia batang padi). Tubuh buah berbentuk payung, berwarna putih agak krem, bagian bawah tudung berwarna kecokelatan. Jamur ini dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi. Jamur ini biasanya dipanen sebelum mekar.
  2. Auricularia polytrica (jamur kuping), biasanya ditemukan pada batang kayu yang sudah mati, berbentuk seperti telinga manusia, berwarna cokelat kehitaman, serta dimanfaatkan untuk campuran sop atau kimlo. Terkadang jamur ini diperdagangkan dalam bentuk kering.
  3. Pleurotus (jamur tiram), tumbuh pada kayu lapuk, berwarna putih, dan dapat dimakan. Jamur tiram dibudidayakan pada medium serbuk kayu.
  4. Calvatia gigantean, dikenal dengan nama giant puffball, memiliki tubuh buah yang sangat besar dengan diameter lebih dari 1 meter, sehingga dapt mengeluarkan spora berjumlah trilyunan.
  5. Amanita , termasuk spesies Amanita muscaria, Amanita phalloides, Amanita pantherina, dan Amanita virosa merupakan jamur yang beracun bagi banusia. Bila jamur ini dimakan dapat menimbulkan kejang perut, muntah-muntah, diare, halusinasi, dan bahkan kematian. Tubuh buah jamur Amanita phalloides berbentuk mirip dengan jamur merang (Volvariella volvacea) sehingga sulit dibedakan.
Info lain :  Hakikat Sains : Definisi, Karakteristik, dan Ruang Lingkup

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *