Belajar Mengajar

152 views

1.     
Tinjauan Tentang Belajar dan Mengajar

a.      Pengertian
Belajar

”Belajar
adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang
aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan dan nilai sikap,perubahan itu bersifat secara relatif
konstant” (Winkel, 2000:53). 

Kemudian Omar Hamalik (2003:28)
mendefinisikan belajar adalah “Suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan.”

Menurut
Slameto (2010:2) belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.”

b.      Pengertian
Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar juga merupakan salah satu interaksi komunikasi
aktif antara siswa dan guru dalam kegiatan pendidikan dan dalam kegiatan proses
belajar yang dilakukan oleh guru. Kedua kegiatan ini tidak berlangsung
sendiri-sendiri melainkan bersama-sama dan pada waktu yang sama, sehingga
terjadi adanya interaksi komunikasi aktif antara guru dan siswa (Arifin, 2003:
22).
Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau
pengalaman. Untuk dapat belajar, maka perubahan itu harus relatif menetap.
Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek
kepribadian, baik psikis maupun fisik, seperti perubahan dalam pengertian,
pemecahan suatu masalah atau berfikir keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau
sikap. Hal ini sesuai dengan pendapat Sunaryo (2006: 16) bahwa belajar adalah
suatu kegiatan, dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan
tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan
yaitu tingkah laku yang positif artinya untuk mencapai kesempurnaan hidupnya.
Menurut Inger dalam Asnaldi (2008: 12), belajar adalah perubahan-perubahan
perilaku yang potensial yang tercermin sebagai akibat dari latihan dan
pengalaman masa lalu terhadap situasi tugas tertentu. Belajar menurut pendapat
para ahli lain adalah perubahan tingka
h laku atau perubahan kecakapan yang mampu bertahan
dalam waktu tertentu dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.
Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, tidak sekedar menyampaikan
informasi dari guru kepada siswa. Banyak kegiatan maupun tindakan yang harus
dilakukan, terutama bila di inginkan hasil belajar yang lebih baik dari siswa.
Dari pengertian mengajar tersebut, tersirat bahwa peranan guru dalam proses
pembelajaran adalah sebagai seorang pemimpin dan fasilitator belajar yang
paling menentukan.
Menurut Nasution (2004: 48), guru adalah tumpuan harapan yang akan
menentukan kualitas proses belajar yang dialami oleh siswa. Guru merupakan
sutradara dan aktor sedangkan metode, alat, evaluasi dan perlengkapan
pendidikan lainnya merupakan kesatuan sistem yang berintegrasi secara dinamis
bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian di atas mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan materi
pelajaran semata kepada siswa, akan tetapi merupakan suatu proses pembelajaran
siswa. Dengan demikian, proses belajar mengajar merupakan dua konsep yang
berbeda, bila dipadukan akan terjadi interaksi, hubungan timbal balik antara
guru dan siswa dalam suasana yang kondusif untuk mencapai tujuan tertentu.
Dikatakan demikian karena belajar sebagai suatu proses, biasanya
ditunjukkan
kepada siswa sedangkan mengajar sebagai suatu
proses ditu
njukkan kepada guru sebagai pendidik yang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan perkembangan mental dan kepribadian siswa.
Mengajar
merupakan proses aktif guru untuk membimbing siswa dalam memahami dan
mempelajari konsep-konsep yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar.
Karena kegiatan mengajar merupakan hal yang wajib dikerjakan oleh setiap
individu, maka guru hendaknya dapat membimbing siswanya dan memberikan dorongan
kepada siswanya agar timbul motivasi belajar dalam diri siswa atau sebagai
motivasi intrinsik.

Dari teori
belajar di atas dapat dikatakan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tidak
terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab atas
keseluruhan perkembangan kepribadian siswa serta memberikan dorongan untuk
belajar mengembangkan pemahaman dan penghayatan atau prinsip-prinsip di dalam
pembelajaran kimia secara aktif dan dinamis dalam memahami kebutuhan mencapai
tujuan pendidikan.

Kajian Pustaka

Related Post