Jurnal Biologi Melalui penerapan PQ4R

Posted on





JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI

PENGARUH PENERAPAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR
BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
ISTIQOMAH
WAHYU PRADANA
K4309045
Pembimbing 1 : Drs. Slamet Santosa, M.Si.
     Pembimbing 2 : Drs.
Marjono, M.Si
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
THE INFLUENCE OF PQ4R  TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF X DEGREE
STUDENTS AT SMA
NEGERI
1 MOJOLABAN
IN
ACADEMIC YEAR 2012/2013
Istiqomah
Wahyu Pradana, Slamet Santosa, Marjono
Biology
FKIP Sebelas Maret University
ABSTRACT
Istiqomah
Wahyu Pradana THE INFLUENCE OF
PQ4R  TOWARD
BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF X DEGREE STUDENTS AT SMA
NEGERI 1 MOJOLABAN IN
ACADEMIC YEAR 2012/2013
. Thesis,
Surakarta: Biology Education, Faculty Teacher Training and Education, Sebelas
Maret University, Surakarta, April. 2013.
The aim of this research is to know the
influence of PQ4R strategy toward biology learning achievement of X degree
students at SMA
Negeri 1 Mojolaban in 2012/ 2013 academic year.
This research was quasi experiment
research which used
posttest only Nonequivalent
control group design. This research applyed

PQ4R strategy in experimental group and deduktif approach with discussion,
classical course and question-answer method in control group. Population’s
research is the entire class X at SMA Negeri 1 Mojolaban in academic year 2012/2013.  Sampling techniques used cluster sampling.
Cluster result has chosen X5 as experiment group and X7 as control group.  Data was
collected using  multiple choice test,
observation sheet, and document. The data were analyzed by t-test.
This
research concluded that application of PQ4R strategy has taken good effect
toward student’s achievement cognitive, psychomotor, and affective domain in
learning biology of SMA Negeri 1 Mojolaban.
Keywords: PQ4R strategy,  Biology Learning Achievement




PENDAHULUAN
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa
mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik,
sehingga

mampu menghadapi dan mengatasi
permasalahan
yang dihadapinya.  (Trianto,
2009).
  Pembelajaran Biologi merupakan bagian Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA)
yang
pengaruhnya mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu Pengetahuan Alam
juga berperan penting dalam usaha me
mbentuk manusia yang berkualitas.  Pembelajaran
biologi memerlukan strategi yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik
secara intelektual maupun emosional (
Yusuf dan
Natalina
, 2005).
 Tiemensma
(2009) mengatakan bahwa membaca adalah komponen
terpenting di abad 21 agar bisa bertahan di era globalisasi saat ini.
  Keberhasilan
anak didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah

ditentukan kemampuannya untuk
memperoleh pengetahuan.
Sikap positif terhadap pembelajaran biologi merupakan syarat
keberhasilan peserta didik dalam belajar biologi dan meningkatnya minat peserta
didik terhadap materi biologi.
  Penguasaan
konsep dan prinsip biologi
awalnya rendah disertai dengan sikap negatif terhadap pelajaran biologi,
sulit diharapkan peserta didik akan berhasil
dengan baik dalam pembelajaran biologi selanjutnya
(Setiawan, 2008).
Proses pembelajaran berjalan secara optimal perlu adanya
rencana pembuatan strategi pembelajaran.
  Strategi
pembelajaran merupakan pola kegiatan pembelajaran berurutan yang diterapkan

untuk mencapai suatu hasil belajar siswa (Trianto, 2009).  Keberhasilan
proses dan hasil pembelajaran di kelas dipengaruhi beberapa faktor antara lain
adalah guru dan siswa.  Penguasaan materi
guru juga dituntut untuk menguasai strategi-strategi penyampaian materi,

guru yang dapat menciptakan suasana kelas akan berpengaruh terhadap
respon siswa
dan menyebabkan
siswa termotivasi aktif dalam belajar
sehingga memungkinkan terjadi peningkatan hasil belajar (Yusuf
dan Natalina
, 2005).  Hasil belajar merupakan kemampuan yang
dimiliki siswa setelah
mengalami
proses belajar atau pembelajaran.  Hasil
belajar dalam pendidikan nasional menggunakan klasifikasi hasil belajar Bloom
yang secara garis besar membaginya menjadi 3 ranah yaitu ranah afektif, ranah
kognitif dan ranah psikomotorik (Sudjana, 2010). 
Masalah dalam dunia pendidikan salah satunya adalah lemahnya proses pembelajaran di
sekolah.
  Pembelajaran di sekolah masih banyak yang menggunakan cara
konvensional dalam mengajar
yang mengakibatkan siswa kurang didorong untuk mengembangkan
kemampuan berpikir.
 
Guru hanya mentransfer ilmu ke
peserta didik tanpa memperhatikan kemampuan siswa yang
berbeda-beda. Pembelajaran cenderung monoton dan membuat siswa bosan, sehingga
menyebabkan siswa menjadi malas, kurang bersemangat dan cenderung pasif dalam
kegiatan pembelajaran.
Permasalahan muncul karena kurangnya keaktifan dari siswa
sendiri atau siswa jenuh dengan strategi yang dipakai oleh guru selama ini.
  Penggunaan
model yang monoton dapat mempengaruhi keaktifan siswa untuk belajar Biologi. Guru
harus dapat menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi, yang bisa
mengubah cara belajar siswa dari pasif menjadi aktif sehingga akan membuat
siswa tertarik dan paham dengan apa yang diajarkan oleh guru. Mengantisipasi
masalah tersebut agar tidak berkelanjutan maka perlu diterapkan strategi
pembelajaran yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam
pembelajaran Biologi.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah yang telah
dikemukakan di
atas yaitu
dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif.
  Menurut
Zaini

(2002), strategi pembelajaran aktif bertujuan untuk
menumbuhkan jiwa kemandirian dan kreativitas dalam belajar sehingga siswa mampu
membuat inovasi-inovasi
.
Strategi pembelajaran aktif yang dapat digunakan salah
satunya dengan menggunakan pembelajaran tipe PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review).  Strategi PQ4R digunakan untuk membantu siswa
mengingat apa yang mereka baca.  P
singkatan dari preview (membaca
selintas dengan cepat), Q adalah question
(bertanya), dan 4R singkatan dari read
(membaca), reflect (refleksi), recite (tanya jawab), dan review (pengulangan) (Trianto, 2009).
Strategi ini meningkatkan kinerja memori dalam memahami
substansi teks yang dapat mendorong siswa mengolah materi secara lebih luas.  PQ4R
merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi.  Strategi ini digunakan untuk membantu siswa
mengingat apa yang mereka baca, dan dapat membantu proses belajar mengajar di
kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku.  Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari
materi mata pelajaran.  Oleh karena itu
keterampilan pokok pertama yang harus dikembangkan dan dikuasai para siswa
adalah membaca buku pelajaran (Rachanah dkk,
2009). Membaca dapat dipandang sebagai sebagai proses interaktif antara bahasa
dan pikiran.  PQ4R dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, terutama
terhadap materi yang sukar dan menolong siswa untuk berkonsentrasi lebih lama.
Teori yang mendasari strategi belajar PQ4R menurut Trianto (2009) strategi
belajar merujuk pada perilaku dan proses pikiran yang digunakan siswa akan
mempengaruhi hal yang dipelajarinya termasuk ingatan dan proses
metakognitif. 
Penelitian
ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi PQ4R terhadap hasil
belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban tahun pelajaran 2012/2013.
METODOLOGI
PENELITIAN
Penelitian
dilaksanakan di SMA
Negeri 1 Mojolaban pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013.

Penelitian ini termasuk quasy eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian
adalah
Posttest Only
Nonequivalent Control Group Design
dengan
menggunakan kelompok eksperimen (penerapan strategi PQ4R) dan kontrol (pembelajaran ekspositori dengan ceramah, tanya
jawab, dan evaluasi).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban. Teknik
pengambilan sampel dengan cluster
sampling.
Hasil pemilihan sampel menetapkan kelas X5 dengan siswa sejumlah
36 orang sebagai kelompok eksperimen menerapkan strategi PQ4R. Kelas X7 dengan siswa sebanyak 35 orang sebagai kelompok
kontrol menerapkan pembelajaran ekspositori.
Variabel bebas berupa strategi
PQ4R dan variabel terikat adalah
hasil belajar biologi siswa
yang mencakup ranah
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah dokumentasi, tes dan observasi.
Metode dokumentasi pada penelitian ini berupa dokumen hasil belajar yang diolah selama satu semester
dengan nilai asli
yang digunakan untuk mengetahui nilai
keseimbangan kemampuan awal
siswa berdasarkan nilai
hasil belajar
biologi
pada populasi penelitian. Metode
tes digunakan untuk mengambil data hasil belajar ranah kognitif.
Metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar
ranah psikomotorik, ranah afektif dan keterlaksanaan rancangan pembelajaran.
Analisis data
pada penelitian dengan menggunakan uji t. Sebelum dilakukan analisis data, maka
dilakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas
dengan uji Levene’s.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil analisis
pengaruh penerapan strategi PQ4R
terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban disajikan
pada Tabel 1.
Tabel
1. Hasil Analisis Pengaruh Strategi PQ4R terhadap
Hasil Belajar Biologi.
Ranah
t
df
Sig
t(0.025,62)
Keterangan
Kogni-tif
7,712
69
0,000
1,994  
thitung
> t(α,df)
sig < 0,050
Afektif
3,144
69
0,000
1,994  
thitung
> t(α,df)
sig < 0,050
Psikomotorik
3,017
69
0,004
1,994
thitung
> t(α,df)
sig < 0,050
Tabel 1 menunjukan
bahwa
thitung > t(α,df)
dan
sig. pada semua ranah hasil belajar sehingga
H0
ditolak pada semua ranah, hal ini berarti

penerapan strategi PQ4R berpengaruh
nyata terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Pengaruh
tersebut bersifat positif. Pernyataan tersebut juga didukung secara deskriptif
yaitu dari data nilai rata-rata hasil belajar ranah kognitif sebesar 88,136., ranah
psikomotor sebesar 73,611., dan afektif sebesar 80,034., untuk siswa kelas
eksperimen.  Sedangkan untuk kelas
kontrol memperoleh rata-rata hasil belajar ranah kognitif sebesar 79,857.,
psikomotor sebesar 57,857., dan afektif sebesar 64,702.
Hasil
belajar biologi siswa di kelas eksperimen yang menggunakan PQ4R dalam pembelajaran lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
kontrol yang menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan evaluasi. Hal ini
disebabkan karena
pembelajaran PQ4R pada materi limbah
dan daur ulangnya yang mencakup pengertian limbah, macam-macam limbah, dampak
limbah bagi lingkungan serta penanganan daur ulang limbah, memberi kesempatan
yang luas kepada siswa untuk mengeksplorasi diri melalui kegiatan pembelajaran
yang dilakukan. 
PQ4R membantu siswa
untuk memfokuskan perhatian pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung,
karena di dalam pembelajaran PQ4R ini
terdapat tahapan-tahapan belajar yang memanfaatkan keterampilan siswa dalam
memahami bacaan dan menelaah materi. Penelitian ini memang tidak menguji gaya
belajar satu persatu, namun mengatur proses pembelajaran agar mampu
mengakomodasi gaya belajar secara maksimal karena gaya belajar sangat
berpengaruh terhadap hasil belajar (Tanta, 2010).
PQ4R membantu siswa
meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi limbah yang sedang dipelajari
sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Puspito, 2012). Pembelajaran PQ4R menjadikan siswa lebih aktif dan
tidak ada yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran, sedangkan
siswa yang menerapkan metode ceramah dan tanya jawab cenderung pasif, mengantuk
dan tidak fokus terhadap proses pembelajaran.
Langkah 
pertama dalam PQ4R yaitu Preview yang berarti peserta didik
menemukan ide-ide pokok dari materi limbah yang akan dipelajari dengan handout
materi yang sudah diberikan. Siswa dapat menemukan sendiri poin-poin dari
pengertian limbah, jenis-jenis limbah, dampak yang ditimbulkan limbah serta penanganan
daur ulangnya.  Suprijono (2009)
menegaskan fokus dari preview adalah
penemuan ide pokok dari materi sehingga siswa mempunyai gambaran mengenai hal
yang akan dipelajarinya.
Langkah kedua dalam PQ4R yaitu Questions atau
bertanya yang mengarahkan siswa untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dari
yang sederhana menuju yang kompleks berdasarkan materi tentang limbah yang
dipelajari. Tingkatan dan jumlah pertanyaan yang muncul dapat menjadi acuan
untuk mengetahui latar belakang pengetahuan siswa dalam tahapan preview sebelumnya.  Pada tahapan ini siswa akan membuat
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan 
dengan pengertian limbah, jenis-jenis limbah, dampak yang ditimbulkan
limbah, serta cara penanganan limbah dengan daur ulang. Syah (2005)  menyatakan apabila materi yang sedang
dipelajari siswa berisi hal-hal yang sebelumnya sudah diketahui, siswa hanya
perlu membuat beberapa pertanyaan. 
Sebaliknya apabila latar belakang pengetahuan siswa tidak berhubungan
dengan isi teks, maka siswa perlu menyusun pertanyaan banyak untuk dapat
memahami materi.
Aktivitas pengajuan pertanyaan yang bermutu tinggi
merupakan salah satu keterampilan yang harus ditekankan pada level pengembangan
abstraksi dalam mengajarkan pemecahan masalah dan berpikir kritis (Jensen,
2011).
Langkah ketiga dalam PQ4R adalah membaca (read)
yang memfokuskan siswa untuk membaca materi dan menanggapi atau menjawab
pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Syah (2005) menyatakan bahwa strategi
PQ4R pada hakikatnya merupakan
penimbul pertanyaan dan tanya jawab yang mendorong siswa membaca materi untuk
melakukan pengolahan materi secara mendalam dan luas.  Pada tahapan ini siswa akan membaca materi
limbah dari handout yang telah diberikan guru untuk mencari informasi dari
daftar pertanyaan yang dibuat sebelumnya. 
Dari kegiatan ini siswa dapat menemukan pemahaman dengan mensinkronkan
pertanyaan dan jawaban dari proses pemahaman membaca yang mendalam.
Joyce (2009) menegaskan bahwa pengajaran membaca,
tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir dan memahami
bacaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas siswa
Langkah keempat dalam PQ4R adalah tanggapan (reflect).  Pada kegiatan pembelajaran ini siswa akan
didorong untuk menggali pemahaman dari kegiatan langkah-langkah sebelumnya.
Siswa pada tahap ini akan mempresentasikan hasil dari kegiatan diskusi
pertanyaan dan jawaban-jawaban yang muncul dari kelompoknya. Kegiatan diskusi
dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua. 
Seluruh siswa dibagi menjadi enam kelompok dan tiap siswa diberi LKS
yang berisi permasalahan dan pedoman pelaksanaan diskusi.  Pada pertemuan pertama siswa harus berdiskusi
untuk memecahkan permasalahan terkait pengertian limbah dan pengelompokan
limbah .  Diskusi pada pertemuan kedua
digunakan untuk mendiskusikan mengenai dampak limbah bagi lingkungan dan cara
penanganannya dengan cara daur ulang limbah. 
Kegiatan diskusi ini diakhiri dengan presentasi hasil diskusi. 
Kegiatan
diskusi dan presentasi mampu membuat siswa mendengarkan pendapat dari kelompok
lain sehingga terjadi pertukaran pikiran antar siswa.  Hal tersebuat membuat terjadinya interaksi
yang baik antar siswa maupun interaksi siswa dengan guru serta mampu
meningkatkan kemampuan berkomunikasi. 
Siswandi (2006) menambahkan kemampuan berkomunikasi dapat meningkatkan
kemampuan berpikir, bernalar, kemampuan memperluas wawasan, dan kemampuan untuk
menanggapi persoalan di sekitar siswa. 
Kegiatan ini juga menuntut adanya kerjasama dan tanggungjawab di dalam
diri siswa.
Langkah
kelima dalam PQ4R adalah Recite, guru akan menginstruksikan
kepada siswa untuk membuat outline atau intisari seluruh pelajaran yang telah
dibahas hari ini.  Guru nantinya dapat
mengetahui indikator pemahaman setiap siswa dari hasil intisari yang dibuat
oleh siswa tiap akhir pembelajaran.  Pada
pertemuan pertama fokus materi mengenai pengertian limbah, jenis-jenis limbah,
dan dampak yang ditimbulkan limbah bagi lingkungan.  Pada pertemuan kedua fokus materi pada cara
penanganan limbah dan daur ulang limbah. Sejalan dengan pendapat Bahri (2008)
bahwa merangkum tulisan merupakan aktivitas belajar siswa dengan tujuan agar
catatan nantinya berguna dalam pencapaian tujuan belajar.  Proses kegiatan meringkas meliputi membaca,
memunculkan gagasan, dan merangkum gagasan. Pada kegiatan meringkas terdapat
proses mengevaluasi dan merevisi supaya tulisan menjadi bermakna.
Kegiatan
terakhir adalah Review atau mengulang
kembali, pada tahapan ini beberapa siswa akan mengutarakan hasil kegiatan
pembelajaran hari ini secara lisan, siswa juga dapat mereview
pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat, ide-ide pokok atau bagian materi yang
sulit dari handout materi limbah yang diberikan guru.  Puspito (2012) menyatakan bahwa dalam
kegiatan review ini siswa dapat
mengulang kembali hasil intisari tulisan yang telah dibuatnya dan meninjau
ulang seluruh pertanyaan dan jawabannya secara singkat.
1.     
Hasil
Belajar Ranah Kognitif
Nilai
rata-rata tes kognitif siswa di kelas eksperimen yang menggunakan strategi PQ4R dalam pembelajaran yaitu 88,136.  Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan
dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.  Nilai rata-rata kognitif kelas kontrol
sebesar 79,857.  Hal ini
disebabkan karena
strategi PQ4R yang diterapkan di
kelas eksperimen dengan materi pelajaran limbah dan daur ulangnya memberikan
kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui kegiatan
diskusi, membaca kritis materi limbah, dan perencanaan proses daur ulang
limbah.
2.     
Hasil
Belajar Ranah Psikomotorik
Hasil belajar ranah psikomotor
berkenaan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah siswa menerima
pengalaman belajar tertentu
.  Hasil belajar psikomotor ditunjukkan dengan
keterampilan manual yang terlihat pada siswa dalam kegiatan fisik.  Kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi
jenis-jenis limbah. Penilaian hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh
melalui lembar observasi.
Nilai
rata-rata psikomotor siswa kelas eksperimen yaitu 73,611 dan untuk kelas kontrol
sebesar 57,857.  Nilai rata-rata
psikomotorik siswa di kelas eksperimen yang menggunakan strategi PQ4R dalam pembelajaran lebih tinggi
dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya
jawab.  Hal ini
disebabkan karena
strategi PQ4R yang diterapkan di
kelas eksperimen dengan materi pelajaran limbah dan daur ulangnya memberikan
kesempatan siswa untuk aktif.
Kegiatan
psikomotorik yang dilakukan pada strategi PQ4R
hanya muncul pada saat pertemuan pertama. Siswa melakukan observasi
mengidentifikasi jenis limbah tersebut bersama-sama. Selain itu, juga
dilaksanakan observasi di lingkungan tempat tinggal yang mengalami permasalahan
karena limbah.  Kegiatan ini bertujuan
agar siswa melihat secara langsung dampak yang ditimbulkan limbah pada
lingkungan jika pengolahan limbah dilakukan tidak tepat. 
3.      Hasil Belajar Ranah
Afektif
Indikator afektif dalam pembelajaran IPA merupakan sikap
yang diharapkan saat dan setelah siswa melakukan proses pembelajaran yang
berkaitan dengan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut antara

teliti, mandiri, tanggung jawab, aktif, jujur, dan menghargai pendapat teman.
Pada
penelitian ini hasil belajar afektif diperoleh melalui lembar observasi.  Penilaian melalui lembar observasi oleh
observer diharapkan mampu mengukur afektif siswa secara eksternal.
Berdasarkan
hasil uji hipotesis
diketahui bahwa
strategi PQ4R berpengaruh positif
untuk meningkatkan hasil belajar ranah afektif. 
Penelitian yang dilakukan di SMA N 1 Mojolaban dengan materi limbah dan
daur ulangnya menunjukkan 100% siswa telah mencapai ketuntasan pada ranah
afektif.
Berdasarkan
pernyataan di atas terlihat bahwa seluruh kegiatan dalam pembelajaran PQ4R meliputi preview, questions, read, reflect, recite, dan review mampu meningkatkan karakter dan keterampilan sosial
siswa.  Hal tersebut jelas menunjukkan
bahwa strategi PQ4R memberikan
pengaruh positif terhadap hasil belajar biologi ranah afektif.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penerapan PQ4R
antara lain yaitu guru harus memahami dan mengetahui unsur-unsur dalam PQ4R. Guru harus bisa mencipatakan
langkah pembelajaran preview, questions,
read, reflect, recite
, dan review
dengan tepat sehingga perbedaan karakter siswa dalam belajar dapat terakomodasi
dengan baik.  Hal tersebut akan membawa
pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada semua ranah. 
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi PQ4R berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban baik
pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri,
S. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta
: Rineka Cipta
Jensen,
E. (2011). Pemelajaran Berbasis Otak: Paradigma Pengajaran Baru (2nd eds). Terj.
Benyamin Molan. Jakarta: PT. Indeks
Joyce, B., Weil, M., Calhoun, E. (2009). Models
of Teaching: Model-model Pengajaran (8th eds)
. Terj. Achmad Fawaid &
Ateilla Mirza. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
Puspito,
Y., Latifah., Sundari, S. (2012). Metode Pembelajaran Preview, Question, Read,
Reflect, Recite, Review Strategi Concept Mapping. Journal Chemistry in
Education
, 2 (1), 149-153
Rachanah,dkk.
(2009). Penge
mbangan Model Pembelajaran Berorientasi Konstuktivistik Untuk
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akuntansi Di SMA. Jurnal Penelitian
Pendidikan.
Volume 10 (2): 1-14
Setiawan, I.
G. (2008). Penerapan Pengajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Biologi Siswa Kelas X.2 SMA Laboratorium Singaraja, Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Pendidikan,
2(1) : 42-59
Siswandi,
H.J. (2006). Meningkatkan Keterampilan
Berkomunikasi Melalui Metode Diskusi Panel dalam Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia di Sekolah Dasar (Penelitian Tindakan Kelas),
Jurnal Pendidikan Penabur 7: 24-35
Sudjana, N. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Suprijono,
A.
(2009). Cooperative
Learning Teori dan Aplikasi Paikem
. yogyakrta : pustaka pelajar
.
Syah,
M. (2005). Psikologi Pendidikan.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Tanta. 
(2010).  Pengaruh Gaya Belajar
Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum Program Studi
Pendidikan Biologi Universitas Cenderawasih, KREATIF Jurnal Kependidikan Dasar 1(1): 7-21
Tiemensma, L. (2009). Visual Literacy To Comics Or Not To Comics,
World Library And Information Congress 75th IFLA General Conference And Council
.
Midrand Graduate Institute
Trianto.
(2009). Mendesain Model Pembelajaran
Inovatif-Progresif
. Jakarta: Kencana.
Yusuf, Y &
Natalina, M. (2005). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Melalui
Pembelajaran Kooperatif Dengan Pendekatan Struktur di Kelas  X 7 SLTP Negeri 20 Pekanbaru.
Jurnal
Biogenesis
Vol. 2(1):8-12
Zaini, H. (2002). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta
: CTSD