PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

 

       Perkembangan dari kebudayaan ditujukan kepada manusia sendiri, karena kebudayaan sejatinya diciptakan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia. Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan seseorang yang bersifat kompleks, dan memiliki eksistensi dan berkesinambungan dan juga sebagai warisan sosial.

Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala bidang, termasuk dalam hal kebudayaan. Dan kebudayaan yang dianut suatu kelompok akhirnya akan bergeser. Cepat atau lambat pergesaran ini akan menimbulkan konflik antar kelompok-kelompok yang menghendaki perubahan dengan kelompok-kelompok yang tidak menghendaki perubahan. Suatu komunitas dalam kelompok sosial bisa saja menginginkan sebuah perubahan dalam kebudayaan yang selama ini mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman globalisasi sekarang ini. Namun perubahan kebudayaan ini kadang kala disalahartikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.

Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol sosial terhadap perilaku reguler yang akan ditampilkan oleh para penganut kebudayaan, sehingga mereka dapat memilah-milah,mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.

Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Proses pembudayaan itu antara lain:

  1. Internalisasi : merupakan proses penerapan realitas objektif dalam kehidupan manusia.

  2. Sosialisasi : proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilan-ketrampilan sosial. Contoh: di daerah pengrajin ukir-ukiran maka pengrajinnya tersebut akan mengajarkan ketrampilan pada masyarakat sekitarnya (menambah ketrampilan ).

  3. Enkultrasi : pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan  kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka. Contoh : seseorang dikirim ke Papua, maka secara tidak langsung akan mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya( makanannya, bahasanya, transportasi, kegiatan sosial dalam masyarakat).

  4. Difusi : meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi atau melahirkan satu kebudayaan lain. Contoh : masuknya agama Islam ke pulau Jawa oleh Wali Sanga.

  5. Akulturasi : pencampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam pencampuran itu masing-masing  masih kelihatannya.  Contoh : gaya arsitektur sebagian masjid yang masih terlihat pencampuran antara gaya arsitektur Hindu ( India ) dan Jawa.

  6. Asimilasi : perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsur-berangsur berkembang sehingga memunculkan budaya baru.

Bentuk perubahan sosial budaya secara jangka waktu :

  1. Perubahan lambat(evolusi) : perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat dan dalam waktu yang lama tanpa ada kehendak dari masyarakat bersangkutan.
  2. Perubahan cepat(revolusi) : perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada rencana sebelumnya. Contoh: revolusi industri di Inggris, dimana tahap produksi yang awalnya masih tradisional semuanya beralih menggunakan mesin.

FAKTOR INTERN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

  1. Bertambah atau berkurangnya penduduk (natalitas, mortalitas, imigrasi)
  2. Penemuan IPTEK terbaru yang diterapkan dalam masyarakat
  3. Pertentangan-pertentangan ajaran tradisi dalam masyarakat
  4. Pemberontakan atau revolusi

 

FAKTOR EKSTERN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

  1. Perubahan lingkungan alam sekitar
  2. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
  3. Peperangan atau konflik bersenjata

 

FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN KEBUDAYAAN

  1. Kontak dengan kebudayaan lain (asimilasi, akuturasi,dll)
  2. Sistem pendidikan yang sudah semakin maju
  3. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju

 

  1. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
  2. Orientasi pembangunan ke depan

FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN KEBUDAYAAN

  1. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat
  3. Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar ( terisolasi budaya, fanatik budaya)
  4. Rasa prasangka dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
  5. Hambatan yang bersifat ideologis

 

PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN

Setiap kebudayaan yang berada di tengah-tengah masyarakat ada kalanya juga mengalami sebuah problematika yang akan mengiringi perkembangan kebudayaan tersebut, beberapa problematika kebudayaan itu antara lain:

  1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.

Contoh : orang Jawa secara turun-temurun yang enggan meninggalkan tanah kelahirannya karena meyakini                disana memberi berkah kehidupan.

  1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang, hal ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. Contoh : program KB yang semula ditolak masyarakat, karena mereka beranggapan banyak anak banyak rezeki.
  2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi dan kejiwaan. Contoh : dalam mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan, karena kekawatiran akan lebih sengsara.
  3. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
  4. Sikap tradisional yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru.
  5. Sikap Etnosentrisme yaitu adalah sikap yang mengagunggkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap suku bangsa lain lebih rendah. Sikap seperti ini akan menimbulkan perpecahan bangsa dan menimbulkan kasus-kasus SARA.
  6. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan yang sering kali disalah artikan manusia dalam penggunaanya, contohnya : nuklir dan bom justru digunakan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan manusia bukan untuk melestarikan generasi umat manusia.

 

 

Leave a Comment