Contoh Laporan Resmi Praktikum Hortikultura

121 views

Berikut Kami sajikan contoh Laporan Praktikum Hortikultura yang dapat di download 

Download Contoh Laporan Praktikum Hortikultura


LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM HORTIKULTURA


I.                  
JUDUL    : Inventarisasi Tanaman Bunga Dan Buah di Kampus
Universitas Negeri Surakarta Surakarta

II.               
TUJUAN

Untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan bunga dan buah yang
melimpah
di area kampus
Universitas Sebelas Maret
Surakarta wilayah Kentingan.


III.            
DASAR
TEORI

Tumbuhan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam kehidupan didunia ini. Energi matahari yang diserapnya
digunakan untuk mengolah dan menghasilkan zat karbohidrat (C6H12O6) dan oksigen
(O2). Dengan demikin secara langsung atau tidak langsung memberikan kehidupan
kepada jutaan umat manusia  dan makhluk
hidup lainnya di muka bumi. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis
memungkinkan makhluk hidup mendapatkan udara yang bersih untuk bernafas dan
masih banyak lagi kegunaan tumbuhan lainnya (Balai Taman Nasional Baluran,
2006: 4)
Inventarisasi penyebaran varietas unggul pada tingkat
pertanaman (petani)  selama ini dilakukan guna  mengetahui
perkembangan varietas di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh
Indonesia. Dengan upaya ini dapat diperoleh data tentang lokasi varietas
unggul, luas pertanamannya, dsb. Data  tersebut digunakan sebagai bahan
analisa untuk mengetahui  perkembangan  satu jenis  varietas
unggul yang telah dilepas,  apa saja kelebihan dan  kekurangannya.
Ini tentu saja sangat bermanfaat untuk perencanaan penyediaan 
benih di masa berikutnya.
Di samping itu,  data luas penyebaran bermanfaat
untuk mengetahui dominasi  penyebaran suatu varietas dan sebagai dasar
untuk pergantian varietas. Varietas  yang produktivitasnya rendah dan
tidak bisa ditingkatkan lagi akan diganti dengan varietas unggul baru yang
potensi produksinya lebih tinggi dengan tetap mempertimbangkan selera petani
serta kesesuaian agroklimatnya (
http://jsc.jogjaprov.go.id).
Flora tumbuh – tumbuhan adalah salah satu sumberdaya
hayati yang menjadi penunjang dan penyangga kehidupan manusia dan makhluk lain.
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang
sangat tinggi. Sekitar 10% jenis tumbuh – tumbuhan berbunga yang terdapat di
Indonesia (Esti Munawaroh, 2001: 1 -2 )
Rhee dan Schoemaker (1992)
melaporkan, bahwa kebutuhan pasar dalam negeri Indonesia untuk bunga potong
cukup tinggi, termasuk untuk konsumsi hotel belum terpenuhi. Selanjutnya
dinyatakan bahwa permintaan bunga di Indonesia khususnya Jakarta mengalami kenaikan
sekitar 10% setiap tahunnya. Proyeksi kebutuhan bunga potong di Jakarta pada
tahun 1999 menurut JPRS (dalam Abidin
dan Harahap, 1991) meliputi 58.992.100 tangkai yang terdiri dari mawar
14.003.700 tangkai, krisan 12.220.800 tangkai, sedap malam 10.675.700 tangkai,
gladiol 11.382.500 tangkai, anthurium 1.065.200 tangkai, Dahlia 4.306.300
tangkai dan bunga lainnya 5.337.900 tangka
i (Rhee, E. Van and
Schoemaker, 1992).
Untuk mendapatkan manfaat
sebesar-besarnya dari keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, manusia harus
terus mempelajari keanekaragaman hayati. Manfaat yang diperoleh dalam
mempelajari keanekaragaman hayati, antara lain:
1.    Mengetahui manfaat setiap jenis organisme;
2.    Mengetahui adanya saling ketergantungan di
antara organisme satu dengan lainnya;
3.    Memahami ciri-ciri dan sifat setiap organisme;
4.    Memahami adanya hubungan kekerabatan antar
organisme;
5.    Memahami manfaat keanekaragaman hayati dalam
mendukung kelangsungan hidup manusia
.

Nilai
biologi

Kebutuhan
pangan, sandang, obat-obatan, bahan bangunan, dan oksigen hampir 100 % berkat
jasa keanekaragaman hayati. Seluruh penduduk dunia, kebutuhan makanannya
bergantung kepada tumbuhan dan hewan yang langsung diambil dari alam. Di Asia
dan Amerika Latin, menggunakan semua bagian dari pohon palem, seperti memakan
buahnya, menggunakan batang dan daunnya untuk bahan bangunan, alat penyapu
lantai, bahan bakar, memeras minyaknya untuk memasak, obat-obatan, serta untuk
penerangan.
 
Para ilmuwan
dunia percaya bahwa sekitar 80.000 spesies tumbuhan dapat dimakan. Namun, hanya
sekitar 30 spesies saja yang mampu menyediakan 90 % kebutuhan gizi manusia.
Sebenarnya alam masih menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang belum
tersentuh atau tergali oleh tangan manusia, bahkan kemungkinan besar masih
banyak spesies-spesies yang sebenarnya jauh lebih berpotensi untuk menghasilkan
bahan kebutuhan manusia namun belum diketahui.
Banyak
industri yang memerlukan bahan baku dari keanekaragaman hayati hewan dan
tumbuhan. Industri benang memerlukan beberapa jenis tumbuhan dan hewan.
Tumbuhan ada yang diambil batangnya, umbi, buah, bunga, daun, daging, susu,
telur, dan lain-lain. Industri kertas memerlukan jutaan ton batang tumbuhan,
begitu pula industri obat-obatan dan kosmetik memerlukan berbagai jenis hewan
dan tumbuhan yang memiliki khasiat tertentu.

Nilai pendidikan

Di dalam
tubuh makhluk hidup tersimpan sumber gen yang secara alami telah sesuai dengan
alamnya. Oleh sebab itu, lestarinya keanekaragaman hayati merupakan syarat
mutlak untuk tetap menjaga tersedianya plasma nuftah atau sumber gen. Ini
berarti memberi peluang untuk mengembangkan penelitian demi pemulihan
keanekaragaman hayati yang belakangan ini cenderung mengalami penyusutan.

Nilai estetika dan budaya

Keanekaragaman
hayati juga memberikan pemandangan alam yang indah. Tidak mengherankan apabila
para wisatawan mancanegara senang berkunjung ke kawasan hutan alam, sungai,
arung jeram, dan laut yang masih alami. Tidak sedikit keanekaragaman hewan
mempunyai bentuk fisik yang bagus atau perilaku yang lucu, menjadi incaran
koleksi manusia. Hewan-hewan yang memiliki sifat tersebut dapat mendatangkan
hiburan bagi manusia.

Nilai ekologi

Keberadaan
keanekaragaman hayati pada suatu daerah sangat berperan besar untuk menjaga
proses ekosistem, seperti daur zat, dan aliran energi. Di samping itu,
keberadaan keanekaragaman hayati, khususnya keanekaragaman tumbuhan, mempunyai
peran besar dalam menjaga tanah dari erosi dan terjaganya proses fotosintesis.
Dalam skala luas, keanekaragaman tumbuhan menjaga daerah aliran sungai serta
stabilitas iklim.

Nilai religius

Keanekaragaman
hayati juga memiliki fungsi untuk mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan yang
telah menciptakan alam raya ini dengan keindahan yang tiada tara.

IV.            
ALAT
DAN BAHAN

a.     
Alat

1.      Kamera
2.      Alat
tulis
3.      Kertas
4.      Buku
Flora

b.     
Bahan

1.      Tanaman
Buah-buahan
2.      Tanaman
Bunga-bungaan

V.               
CARA
KERJA

1.      Mencari
lokasi inventarisasi tanaman di wilayah kampus UNS
2.      Mendatangi
lokasi inventarisasi tanaman di wilayah kampus UNS
3.      Mengamati
jenis tanaman bunga dan buah di lokasi
4.      Mendata
nama species dan jumlah tanaman yang ada
5.      Mengambil
gambar species tanaman yang ada dilokasi
6.      Menginventarisasi
semua species tanaman yang didapatkan



VI.            
DATA
PENGAMATAN

I.
Buah
No.
Nama Spesies
Kelompok
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.
Pepaya
58
1
0
1
2
21
13
2
13
111
2.
Cabai
5
0
19
0
1
0
1
0
0
26
3.
Markisa
1
1
0
0
1
0
0
0
0
3
4.
Srikaya
8
1
0
0
0
0
0
0
1
10
5.
Jambu Biji
11
0
0
0
0
0
4
2
2
19
6.
Jeruk
8
0
0
0
0
0
0
0
1
9
7.
Mangga
7
2
4
12
7
0
10
5
25
72
8.
Kelengkeng
2
0
1
12
0
0
2
0
12
29
9.
Salak
9
0
1
0
1
0
0
0
2
13
10.
Talok
17
0
9
0
15
5
3
0
9
58
11.
Rambutan
1
0
1
17
0
0
2
0
1
22
12.
Nangka
1
0
1
0
0
0
5
7
5
19
13.
Belimbing
3
0
0
2
1
0
3
0
3
12
14.
Belimbing Wuluh
1
0
0
0
0
0
0
0
2
3
15.
Sawo Kecik
3
4
0
10
0
0
8
4
0
29
16.
Kedondong
1
0
2
0
0
0
0
0
0
3
17.
Jambu Air
1
2
1
11
0
0
5
7
1
28
18.
Semangka
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
19.
Takokak
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
20.
Sirsak
0
2
0
1
0
0
1
0
0
4
21.
Mengkudu
0
2
1
0
0
0
0
0
0
3
22.
Jeruk Nipis
0
0
0
0
1
0
3
0
0
4
23.
Sukun
0
0
0
1
4
1
3
0
2
11
24.
Sawo Manila
0
0
4
7
0
3
0
0
9
23
25.
Asem Jawa
0
0
0
1
0
1
2
0
1
5
26.
Matoa
0
0
4
0
2
0
11
0
0
17
27.
Duwet
0
0
0
0
0
0
2
0
0
2
28.
Jambu Darsono
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
29.
Kepel
0
0
0
0
0
0
2
0
0
2
30.
Asem Londo
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
31.
Pisang
0
0
0
0
0
0
5
10
46
61
32.
Alpukat
0
0
0
0
0
0
2
0
0
2
33.
Kelapa
0
0
0
0
0
0
0
1
3
4
34.
Buah Naga
0
0
0
0
0
0
0
0
6
6
35.
Melinjo
0
0
0
0
0
0
0
0
16
16
36.
Sawo Emas
0
0
0
2
0
0
0
0
0
2
37.
Sawo Ijo
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
38.
Durian
0
0
2
1
0
0
0
0
0
3
39.
Duku
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
40.
Camelia japonica
0
0
2
0
0
0
0
0
0
2
41.
Ketapang
0
0
3
0
0
0
0
0
0
3
2.    
Bunga
No.
Nama
Spesies
Kelompok
jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.
Euphorbia
11
0
0
10
4
0
39
0
0
64
2.
Talas-talasan
2
0
0
0
0
0
0
0
0
2
3.
Jengger Ayam
18
0
0
0
0
1
0
0
50
69
4.
Tapak Dara
5
0
0
2
0
0
1
0
0
8
5.
Anggrek Tanah
43
78
21
37
19
0
182
0
37
417
6.
Bunga Soka
2
19
4
4
7
12
4
0
0
52
7.
Kamboja
37
5
6
12
1
3
43
1
4
112
8.
Gelombang Cinta
4
0
0
8
0
0
0
0
0
12
9.
Bunga Kupu-kupu
7
0
2
0
4
0
3
3
0
19
10.
Erythrina indica
7
0
1
0
0
0
0
0
0
8
11.
Kanthil
3
0
0
0
0
0
1
0
0
4
12.
Bougenvil
34
4
12
9
6
0
4
5
2
76
13.
Lili
20
0
0
37
0
0
0
30
0
87
14.
Andong
0
1
0
0
0
0
0
0
30
31
15.
Sinyo Nakal
0
74
0
0
0
0
0
0
0
74
16.
Flamboyan
0
24
0
0
0
0
0
0
0
24
17.
Bunga Merak
0
10
0
0
3
0
0
0
0
13
18.
Lidah Mertua
0
319
0
24
0
38
0
30
0
411
19.
Johar
0
4
0
0
0
0
0
0
0
4
20.
Rhoeo discolor
0
27
0
51
0
0
0
20
40
138
21.
Euphorbia mili
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
22.
Pisang hias
0
3
0
0
0
0
0
0
0
3
23.
Melati
0
14
0
11
0
0
0
0
0
25
24.
Bayam Merah
0
21
0
0
0
0
0
0
0
21
25.
Kaca Piring
0
1
0
0
0
0
6
0
0
7
26.
Puring
0
6
0
6
6
0
0
0
25
43
27.
Anggrek
0
0
0
0
0
1
2
0
1
4
28.
Lantana camara
0
0
0
0
0
9
0
0
0
9
29.
Lidah Buaya
0
0
0
0
0
7
0
0
0
7
30.
Heliocoris oflata
0
0
0
0
0
0
187
0
0
187
31.
Ganyong-ganyongan
0
0
0
0
0
0
20
0
0
20
32.
Kembang Kertas
0
0
0
0
0
0
70
0
0
70
33.
Brambang-brambangan
0
0
0
0
0
0
76
0
0
76
34.
Tentir-tentiran
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
35.
Justicia gandarosa
0
0
0
0
0
0
0
7
0
7
36.
Althenatera sesilis
0
0
0
0
0
0
0
30
0
30
37.
Kemuning
0
0
0
0
0
0
0
0
25
25
38.
Rosela
0
0
0
0
0
0
0
0
70
70
39.
Nusa Indah
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
40.
Teh-tehan
0
0
0
0
0
0
0
0
50
50
41.
Pohon Zig-zag
0
0
0
0
0
0
0
0
45
45
42.
Jemani
0
0
0
8
0
0
0
0
0
8
43.
Plethokan
0
0
0
69
0
0
0
0
0
69



VII.         
ANALISA
DATA
Inventarisasi adalah kegiatan
pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya untuk perencanan
pengelolaan sumber daya tersebut.
Tujuan dari praktikum inventarisasi adalah untuk menginventarisasi
jenis-jenis tumbuhan bunga dan buah di area kampus UNS, dimana inventarisasi
ini
bertujuan
untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi
yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan
strategik jangka panjang, jangka menengah dan operasional jangka pendek sesuai
dengan tingkatan dan Kerjalaman inventarisasi yang dilaksanakan. Selain itu
inventarisasi digunakan juga untuk mengetahui keanekaragaman tanaman bunga dan
buah di lingkungan kampus UNS kentingan.
Metode yang digunakan adalah metode jelajah di  kampus UNS kentingandengan survey langsung ke
lapangan. Area yang digunakan adalah sembilan fakultas yang ada di UNS
kentingan, yaitu Fakultas KIP, Kedokteran, MIPA, Pertanian, Teknik, ISIP,
Ekonomi, SSR, dan Hukum. Pada praktikum ini kelompok 7 menginventarisasi
wilayah fakultas MIPA.
Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 5 jenis tanaman buah yang melimpah adalah pepaya (Carica papaya) dengan jumlah 111
tanaman, mangga (Mangifera indica) 72
tanaman, pisang (Musa paradisiaca) 61
tanaman, Kersen (talok/ Muntingia
calabura
)  28 tanaman, dan kelengkeng
(Dimocarpus longan) serta sawo kecik
(Manilkara kauki) yang berjumlah 29
tanaman. Untuk spesies yang mempunyai jumlah paling sedikit, yaitu 1 tanaman
adalah: semangka, takokak, jambu darsono, asem londo, sawo ijo, dan duku.
Berikut
ini adalah grafik jumlah spesies tanaman buah di lingkungan UNS kentingan:
        
Dari data yang
diperoleh tersebut dapat dilihat jika tanaman buah yang paling banyak adalah
pepaya (Carica papaya)
dengan jumlah 111 tanaman, mangga (Mangifera
indica
) 72 tanaman, pisang (Musa
paradisiaca
) 61 tanaman, Kersen (talok/ Muntingia
calabura
)  28 tanaman, dan kelengkeng
(Dimocarpus longan) serta sawo kecik
(Manilkara kauki) yang berjumlah 29
tanaman
. Hal tersebut dapat terjadi karena
tanaman tersebut,misalnya papaya,mangga dan pisang  merupakan tanaman yang dapat tumbuh di
berbagai tempat. Tanaman papaya yang ada di dalam Kampus Universitas Sebelas
Maret Surakarta daerah kentingan bisa jadi merupakan tanaman yang memang
sengaja di tanam ataupun tanaman yang tumbuh sendiri dari biji yang tidak
sengaja tumbuh di tempat yang cocok untuk pertumbuhan mereka.Untuk tanaman
kersen,kelengkeng dan sawo kecik tanaman tersebut dapat tumbuh banyak karena
memang sengaja di tanam,meskipun pohon/tanaman tersebut tidak dapat
menghasilkan buah,terutama untuk kelengkeng dan sawo kecik. Hal tersebut dapat
terjadi karena memang tanaman tersebut tidak diberi perlakuan khusus untuk
dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah.
Sedangkan untuk jenis tanaman buah yang paling sedikit
yang terdapat di kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta di daerah Kenth
ingan adalah tanaman semangka, takokak, jambu darsono, asem londo, sawo ijo, dan
duku
yang hanya berjumlah satu buah.
Jenis tanaman tersebut ditemukan paling sedikit karena memang tanaman tersebut
tidak sengaja ditanam dan dibudidayakan dengan maksimal ,sehingga hanya 1
tumbuhan saja yang dapat ditemukan. Selain itu juga mungkin habitat tumbuh
tanaman tersebut tidak sesuai dengan kondisi lingkungan kampus Universitas
Sebelas Maret Surakarta daerah Kenthingan.
Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 5 jenis tanaman bunga yang melimpah
adalah anggrek tanah 417 tanaman, lidah mertua 411 tanaman,
Helocori oflata 187
tanaman, rhoe
discolor 138
tanaman, dan kamboja 112 tanaman. Untuk spesies dengan jumlah tanaman yang
paling sedikit, yaitu 1 tanaman adalah:
Euphorbia
mili,
tentir – tentiran, nusa
indah. Dan yang mempunyai jumlah 2 tanaman adalah: talas – talasan, 3 tanaman
adalah pisang hias.
Berikut
ini adalah grafik jumlah spesies tanaman bunga di lingkungan UNS kentingan:
Dari data yang
diperoleh tersebut dapat dilihat jika
5 jenis
tanaman bunga yang melimpah adalah anggrek tanah 417 tanaman, lidah mertua 411
tanaman,
Helocori oflata 187
tanaman, rhoe
discolor 138
tanaman, dan kamboja 112 tanaman
. Hal tersebut dapat terjadi karena tanaman
tersebut,misalnya rhoe discolor dan
lidah mertua   merupakan tanaman yang
dapat dengan mudah tumbuh di berbagai tempat.
Sedangkan untuk jenis tanaman bunga yang paling
sedikit yang terdapat di kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta di daerah
Kenth
ingan 1 tanaman adalah: Euphorbia mili, tentir – tentiran, nusa indah. Dan yang mempunyai jumlah 2 tanaman
adalah: talas – talasan, 3 tanaman adalah pisang hias.
 Jenis tanaman tersebut ditemukan paling
sedikit karena memang tanaman tersebut tidak sengaja ditanam dan dibudidayakan
dengan maksimal ,sehingga hanya seikit tumbuhan saja yang dapat ditemukan.
Selain itu juga mungkin habitat tumbuh tanaman tersebut tidak sesuai dengan
kondisi lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta daerah
Kenthingan.
Dari kegiatan inventarisasi yang dilakukan di daerah Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta
daerah Kenthingan
dapat digunakan
untuk mengetahui keanekaragaman tanaman buah dan bunga dilingkungan Universitas
Sebelas Maret wilayah Kentingan.
Sehingga dapat dilihat banyaknya tanaman buah dan
bunga yang melimpah dan sesuai dengan habitat serta dapat diketahui jenis
tanaman yang dapat dibudidayakan dengan baik di lingkungan kampus Universitas
Sebelas Maret Surakarta daerah Kenthingan sehingga untuk kedepannya pengadaan
dan pembudidayaan tanaman-tanaman tersebut dapat dimaksimalkan dengan lebih
baik lagi.



VIII.      
KESIMPULAN
1.     
Inventarisasi adalah kegiatan
pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya untuk perencanan
pengelolaan sumber daya tersebut
.
2.      Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 6 jenis
tanaman buah yang
paling
sedikit
adalah:
a.       Semangka 1 tanaman
b.      Takokak
1 tanaman
c.       Jambu darsono 1 tanaman
d.      Asem londo 1 tanaman
e.       Sawo ijo
1 tanaman
f.       Duku
1 tanaman
3.      Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 5 jenis tanaman bunga yang paling sedikit adalah:
a.       anggrek tanah 417 tanaman
b.      lidah mertua 411 tanaman
c.       Helocori oflata 187
tanaman
d.      rhoe discolor 138
tanaman
e.       kamboja 112 tanaman
4.      Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 5 jenis tanaman buah yang melimpah adalah:
a.       pepaya (Carica papaya)
dengan jumlah 111 tanaman
b.      mangga (Mangifera
indica
)
dengan
jumlah
72 tanaman
c.       pisang (Musa
paradisiaca
)

dengan jumlah
 61 tanaman
d.      Kersen/ talok(Muntingia
calabura
)
dengan
jumlah
28 tanaman
e.       kelengkeng (Dimocarpus
longan
) serta sawo kecik (Manilkara
kauki
) yang berjumlah 29 tanaman.
5.      Hasil pengamatan di 9 fakultas Universitas Sebelas Maret  diketahui bahwa 5 jenis tanaman bunga yang melimpah
adalah:
a.       anggrek tanah 417 tanaman
b.      lidah mertua 411 tanaman
c.       Helocoris oflata
187 tanaman
d.      Rhoediscolor 138 tanaman
e.       kamboja 112 tanaman
6.      Adanya perbedaan jumlah pohon yang
ada di Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta daerah Kenthingan baik tanaman
buah maupun bunga disebabkan karena habitat tumbuh tiap tanaman yang berbeda
dan juga karena adanya kesengajaan penanaman dan pembudidayaan sehingga tanaman
dapat tumbuh dengan baik dan dalam jumlah yang banyak.




IX.            
DAFTAR
PUSTAKA

Balai
Taman Nasional Baluran. 2006. Inventarisasi
Tanaman Obat
. Jawatimur: Taman Nasional Baluran
Munawaroh, Esti. 2001. Eksplorasi
dan Inventarisasi Tumbuhan Dalam Rangka Konservasi Keanekaragaman Jenis
Tumbuhan
. Bogor : Balai Pengembangan Kebun Raya LIPI
Rhee, E. Van and Schoemaker, 1992. The cut flower Jakarta region. Seminar Puslitbang Hortikultura 19
September 1992.
http://jsc.jogjaprov.go.id/informasi/berita/1060-workshop-inventarisasi-penyebaran-varietas-tanaman-pangan diakses
pada 3 Mei 2012 jam 11:27


X.               
LAMPIRAN

4 Lembar laporan
sementara praktikum “Inventarisasi tanaman bunga dan buah”

Download contoh Laporan Praktikum Hortikultura klik di bawah ini

 (File Word)

BIologi Contoh Laporan Download Praktikum Sains

Related Post