Pengertian dan Jenis-Jenis Polinasi (Penyerbukan)

Polinasi atau penyerbukan dapat diartikan ialah proses jatuhnya serbuk sari dari anther (benang sari) ke stigma (kepala putik) yang dapat dibantu oleh angin atau polinator. Proses polinasi yang sempurna dapat menghasilkan buah yang sempurna bisa dikatakan perkembangan fruit set buah nya berjalan dengan baik.

Penyerbukan dapat terjadi karena :

  1. Pada bunga letak kepala putik di bawah kepala sari, sehingga serbuk sari dapat jatuh di atas kepala putik dengan mudah.
  2. Kepala putik menempel pada kepala sari.
  3. Bila kepala sari pecah maka serbuk sari langsung kontak dengan kepala putik dan terjadilah penyerbukan.
  4. Sebuk sari tertiup angin atau terbawa oleh organisme dan jatuk diatas kepala putik.

Polinasi atau penyerbukan berperanan penting dalam proses pembentukan biji. Menurut Elisa (2004) penyerbukan dapat dibedakan menjadi :

Tipe polinasi atau penyerbukan ada dua. Dua diantaranya ialah:

  • Penyerbukan sendiri

Penyerbukan sendiri ialah penyerbukan dengan satu kultivar yang sama.

  • Penyerbukan silang

Penyerbukan silang ialah penyerbukan dengan kultivar yang berbeda.

Polinasi sangat penting pada saat reproduksi biji-biji tanaman. Pada bagian bunga betina pada bunga angiospermae biasa disebut stigma. Sedangkan pada bagian bunga betina pada bunga Gymnospermae biasa disebut micropyle.

Proses polinasi dapat dibantu oleh polinator seperti agen yang membawa serbuk sari dari anther (benang sari) ke kepala putik. Metode polinasi yang dikategorikan menurut tipe polinator ialah:

  1. Entomophily   : polinasi melalui serangga
  2. Zoophily          : polinasi melalui hewan misalnya burung, kelelawar
  3. Anemophily    : polinasi melalui angin.
  4. Hidrophily       : polinasi melalui air

Setiap serbuk sari dapat melakukan penyerbukan terhadap bunga lain, oleh karena itu ada beberapa cara penyerbukan, antara lain :

  1. Autogami, bila serbuk sari berasal dari bunga itu sendiri
  2. Geitonogami, bila serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu

Individu

  1. Allogami, bila serbuk sari berasal dari bunga individu lain
  2. Bastar, bila serbuk sari berasal dari bunga individu lain yang berbeda jenis.

Interaksi antara polen-pistil memainkan satu peranan yang signifikan dalam reproduksi seksual. Pistil telah mengembangkan mekanisme-mekanisme untuk mengenali butiran polen, dan menyebabkan tumbuhnya pembuluh-pembuluh melalui stigma dan style. Penyaringan dan pemilahan partner jantan ini merupakan komponen yang penting dari reprokduksi seksual. Reseptivitas stigma biasanya maksimal tidk beberapa lama setelah antesis.

Penyerbukan mengawali beberapa perubahan pada pistil dan ovulum, termasuk layunya mahkota yang diikuti dengan dihasilkanya ethylene dalam pistil dan mahkota. Dan pengakumulasian flavanoid dalam exudates stigmatik dan lapisan sel stigma bagian luar yang diperlukan untuk erkecambahan polen dan pertumbuhan buluh. Perubahn-perubahan yang berhubungan dengan pasca penyerbukan pada pola RNA, sintesis protein dan beberapa aktifitas enzim terjadi pada bagian bawah stilus dan ovulum sebelum sampai pada buluh polen. Pebukanyerbukan juga menyebabkan degenerasi dari salah satu sinergid pada beberapa spesies termasuk kapas.

Pelekatan polen diikuti dengan hidrasi polen dengan kelembaban yang disesuaikan dengan stigma dan dikendalikan ole perbedaan potensi smotik. Pada stigma basah, hidrasi biasanya cepat sedangkan pada tipe kering ini biasanya bertahap. Protein-protein dinding polen dilepaskan ke atas permuaan stigma setelah hidrasi.

Pada stigma basah,cuticule dari permukaan stigmatik/papillae telah dirusak selama sekresi eksudat, dan buluh poln memasuki ruang-ruang intraseluler dari jaringan transmisi stigma. Pada stilus tertutup, buluh polen memasuki ruang-ruang intraseluler jaringan penyebaran dan menembus matriks seluler stigma dan stillus. Namun pada stilus terbuka, buluh polen memasuki saluran stilus dan tumbuh ditas permukaanya. Buluh polen juga bersinggungan dengan komponen-komponen extraseluler yang disekresikan oleh sel-sel jaringan transmisi. Bulu polen ini melanjutkan pertumbuhanya selanjutnya disektar plasenta, mengambil air dan nutrisi dari jaringan disekitarnya.

Pada polen dua sel, pertumbuhan buluh polen terjadi dalam dua fase, sau periode pertumbuhan lambat dimana cadangan polen digunakan, dan satu periode pertumbuhan cepat dimana buluh memanfaatkan nutrisi dari stilus namu demikian, pada polen tiga sel, terdapat fase keterlambatan pendek(periode hidrasi dan perkecambahan) dan satu tingkat pertumbuhan pembuluh polen yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem plen bersel satu.

Buluh polen setelah masuk dalam indung telur tumbuh sepanjang permukaan plasenta hingga ke ovule dan memasuki micropil. Struktur-struktur tambahan seperti obturator( hasil pertumbuhan plasental pada daerah micropil indung telur terlihat pada beberapa sesies untuk mengatur lintasanya.

Categories Sains

Leave a Comment