Peningkatan kemampuan membaca sekilas dengan CTL

128 views

Berikut contoh tugas sederhana mengenai peningkatan kemampuan membaca sekilas melalui pendekatan CTL :



PROPOSAL PTK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS MELALUI
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PADA MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA
SISWA KELAS V SD Negeri Blorong 02
Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar
Tahun PELAjaran 2010/2011
Disusun Oleh :
NAMA                        :
WAHYU BUDI SETYAWAN
NIM                : X7109119
SEMESTER  : VI C
PROGRAM
STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2010



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Pada
dasarnya tujuan utama dari kegiatan belajar mengajar adalah agar siswa
menguasai materi pelajaran sesuai dengan kompetensi yang telah
ditetapkan.Seorang pendidik sudah berupaya mulai dari menyusun rencana
pembelajaran, metode pembelajaran yang relevan, sampai dengan pelaksanaan
evaluasi.
Berkaitan
dengan tugas mendidik guru, Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata
pelajaran yang sangat penting untuk dikuasai berbagai kompetensinya oleh siswa.
Ada beberapa
keterampilan berbahasa yang harus dipelajari siswa yaitu membaca, menyimak,
berbicara, dan menulis.
Keterampilan
membaca merupakan salah satu keterampilan yang selalu digunakan dalam setiap
aktivitas apapun, tidak hanya digunakan dijenjang sekolah tetapi juga di luar
sekolah jadi menjadi bagian jalannya kehidupan dimanapun, kapanpun, dan oleh
siapapun. Jadi keterampilan membaca mutlak harus dikuasai oleh siswa. Oleh
karena itu, keterampilan membaca harus mendapatkan perhatian khusus dalam
proses pembelajaran.
Pembelajaran
keterampilan membaca khususnya membaca sekilas siswa kelas V di  SD Negeri 02 Blorong masih kurang efektif,
masih banyak siswa yang kurang mampu untuk menemukan intisari bacaan secara
sekilas.. Kelemahan siswa dalam membaca sekilas disebabkan karena metode
pembelajaran yang kurang tepat. Ketergantungan pada metode pembelajaran
konvensional, menyebabkan guru kurang berinisiatif untuk memberikan pengalaman
langsung pada siswa, bgitu juga kemampuan siswa juga kurang.
Sesuai dengan kemajuan di bidang pendidikan salah satu
pendekatan pembelajaran yang dirasa mampu mengatasi permasalahan yang telah
dipaparkan diatas adalah pendekatan CTL. Pendekatan Kontekstual atau Contextual
Teaching and Learning
(CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat
atau dunia nyata. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar,
manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa
akan menhadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti.
Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan
suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk
menggapinya.
Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah
membantu siswa dalam mencapai tujuannya, proses pembelajaran berlangsung secara
alamiah dalam bentuk kegiatan siswa untuk mencari dan mengalami bukan sekedar
transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan
strategi daripada memberi informasi. Guru hanya megelola kelas sebagai sebuah
tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Proses
belajar mengajar lebih diwarnai Student centered daripada teacher centered
sehingga pembelajaran diharapkan lebih bermakna.
Berdasarkan uraian diatas, untuk Peningkatankemampuan
siswa dalam membaca sekilas, maka peneliti membuat Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) dengan judul “PeningkatanKemampuan
Membaca Sekilas Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sd Negeri Blorong 02 Kecamatan
Jumantono, Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011”
  1. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini, agar jelas arah penelitiannya maka
dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.     
Apakah penerapan pendekatan
pembelajaran CTL dapat
meningkatan kemampuan   membaca sekilas
pada siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten
Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011?
  1. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini adapun tujuan yang ingin dicapai
yaitu :
1.     
Peningkatan kualitas
proses pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong agar
lebih bermakna dengan menerapkan pendekatan pembelajaran CTL ( Constextual
Teaching and Learning )
.
2.     
Peningkatan kualitas
hasil  pembelajaran keterampilan membaca sekilas
siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong agar lebih bermakna dengan menerapkan
pendekatan pembelajaran CTL ( Constextual Teaching and Learning )
  1. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat kepada semua pihak yang terkait, diantaranya;
1.     
Bagi siswa
a)     
Adanya kebebasan siswa untuk
menemukan informasi – informasi baru.
b)     
Menghilangkan kejenuhan dan
verbalisme.
c)     
Memudahkan siswa menguasai
konsep dan memahami penerapannya dalam kehidupan nyata.
2.     
Bagi guru
a)     
Peningkatanprofesionalisme
b)     
Memberi wawasan lebih dalam
mengenai pembelajaran yang bermakna.
c)      Memberi makna lebih peranan guru dalam
pembelajaran.
3.     
Bagi sekolah
a)     
Memberi sumbangan yang positif
terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian 
Teori
1.      Hakikat Keterampilan membaca
Membaca
merupakan kegiatan yang kompleks artinya membaca melibatkan segenap batin kita
yaitu pengalaman, respon, intelektual, emosional dan kreativitas sehingga mampu
menangkap apa yang telah dibacanya
Membaca
menurut Spondek dan Saracho (1994) merupakan proses memperoleh makna dari
barang cetak.
Ada 2 cara
yang ditempuh pembaca dalam memperoleh makna dari barang cetak antara lain :
a.       Teknik Langsung, yakni menghubungkan ciri
penanda visual bunyi dari tulisan dengan maknanya, biasanya digunakan oleh
pembaca lanjut.
b.      Teknik Tidak langsung, yaitu
mengidentifikasi bunyi dalam kata dan menghubungkannya dengan makna, biasanya
digunakan oleh pembaca permulaan.
2.      Pengertian Membaca Sekilas
Menurut
Maria Mintowati ( 2003 : 97 ) Membaca sekilas adalah membaca yang membuat mata
kita bergerak cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan
mendapatkan informasi secara cepat. Membaca sekilas disebut juga skimming,
yakni kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan. Istilah lain
membaca sekilas adalah membaca layap, yaitu membaca dengan cepat untuk
mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagian-bagiannya. Membaca sekilas
merupakan salah satu teknik dalam membaca cepat.
a.       Teknik Membaca Sekilas (Skimming)
Teknik ini
dilakukan pada saat orang membaca ekstensif. Bila Anda akan mencari sebuah buku
di perpustakaan, mengenali isi buku secara cepat dengan cara membuka daftar
isi, membaca kata pengantar, atau halaman sampul belakang, Anda hendaknya
melakukan skimming.
Dalam
menghadapi sebuah bacaan, Anda harus memperlakukannya sesuai dengan maksud
Anda.
Jika fakta dan detail
tidak Anda perlukan, lompati bagian tersebut. Cara membaca yang hanya untuk
mendapatkan ide pokok ini disebut skimming.
Skimming
bukan sekadar menyapu halaman buku, melainkan suatu keterampilan membaca yang
diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk mendapatkan
berbagai tujuan, misalnya:
1)      mengenali topik bacaan;
2)      mengetahui pendapat orang;
3)      mendapatkan bagian penting yang kita
operlukan tanpa membaca seluruhnya;
4)      mengetahui organisasi tulisan, urutan ide
pokok;
5)      penyegaran.
Langkah-langkah
membaca sekilas sebagai berikut.
1)      Pertanyakan dulu, “Apa yang akan Anda cari
dari buku ini?”
2)      Baca daftar isi atau kata pengantar!
3)      Telusuri dengan kecepatan pada judul,
subjudul, bab, dan anak bab!
4)      Berhentilah ketika Anda menemukan bagian
yang dicari!
5)      Baca dengan kecepatan normal dan
pahami!
3.      Hakikat Pendekatan Pembelajaran CTL
      a)
Pengertian
Sampai saat ini, pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh kelas yang
berfokus pada guru sebagai utama pengetahuan, sehingga ceramah akan menjadi
pilihan utama dalam menentukan strategi belajar. Sehingga sering mengabaikan
pengetahuan awal siswa.Untuk itu diperlukan suatau pendekatan belajar yang
memberdayakan siswa. Salah satu pendekatan yang memberdayakan siswa adalah
pendekatan kontekstual (CTL).
Menurut Yatim Riyanto ( 2009:65) CTL merupakan konsep belajar yang membantu
guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan
mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sehari – hari menggunakan tujuh komponen utama pembelajaran
efektif, yaitu kontruktivisme, bertanya, menemukan ( inkuiri ), masyarakat
belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya.
Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)
merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan
antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka
sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education, 2001).
Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam
status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menhadari
bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan
membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal
yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya.
1.      Konstruktivisme (constructivism)
Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL,
yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat
pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri
aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur
pengetahuanyang dimilikinya.
2.      Menemukan ( inkuiri )
Menemukan merupakan
bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan
dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat
seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan
menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari
observasi(observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan
(hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion). 
3.      Bertanya (Questioning)
Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu
dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis
kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2)
menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui
sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui
siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7)
membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan
kembali pengetahuan siswa.
4.      Masyarakat Belajar (Learning
Community
)
Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil
pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar
diperolah dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke
yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua
kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.
5.      Pemodelan (Modeling)
Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang
dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar
dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam
pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang
dengan ,elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.
6.      Refleksi (Reflection)
Refleksi merupakan cara berpikir atau respon
tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah
dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu
sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang
apa yang diperoleh hari itu.
7.      Penilaian yang sebenarnya (
Authentic Assessment)
Penialaian adalah proses
pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan
belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar
siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami
pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang
relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.
Landasan filosofi CTL
adalah kontruktivisme, yaitu belajar tidak hanya sekedar menghafal atau
menerima informasi dari guru tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan di
benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipisah – pisahkan menjadi fakta
– fakta yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
B.  Penelitian yang Relevan
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah
penelitian Nurmawati tahun 2010 dengan judul : “Penerapan Pendekatan
Kontekstual dalam PeningkatanKeterampilan Menulis Siswa Kelas V SD Negeri 01 Tunggulrejo
Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar”. Penelitian Intan Permata Sari  ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran
kontekstual ( CTL ) dapat Peningkatanproses dan hasil belajar Bahasa Indonesia
khususnya dalam keterampilan menulis.
C. Kerangka Berfikir
Pada dasarnya belajar adalah proses siswa mengolah
informasi yang diperolehnya dan mengkontruksi informasi / pengetahuan itu di
dalam benaknya. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau kaidah
yang siap diambil atau diingat, tetapi manusia harus mampu mengkontruksi  ( membangun/ membentuk ) pengetahuan itu dan
memberi makna melalui pengalaman nyata. Kegiatan belajar mengajar bukan proses
dimana siswa diam dan tinggal menerima pengetahuan dari guru, tetapi siswa
bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri, siswa diharapkan mampu
berperan aktif dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.
Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD
Negeri 02 Blorong, Keterampilan membaca siswa tergolong rendah khususnya dalam
materi membaca sekilas. Hal ini disebabkan karena 1) Siswa kurang mampu untuk
memahami bacaan secara sekilas. 2) Siswa hanya langsung disuruh membaca sekilas
tanpa disertai asas konstruktivisme. 3) kurangnya pengetahuan guru mengenai
model – model pembelajaran yang inovatif, guru masih menggunakan pendekatan
pembelajaran konvensional yang komposisi ceramah masih besar.
Pendekatan pembelajaran CTL (Contexstual Teaching and
Learning )
merupakan pendekatan pembelajaran yang mampu menciptakan suasana
baru bagi siswa, menghindarkan verbalisme maupun kejenuhan. Siswa dibimbing
agar memperoleh pengalaman yang nyata. Mendorong siswa membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari –
hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkontruksi
sendiri pengetahuan baru yang ia peroleh sehingga proses pembelajaran menjadi
lebih bermakna.



Rounded Rectangle: 1. Kurang mampu untuk mengerti bacaan dengan membaca sekilas.
2. Tidak adanya pengamatan langsung
3. Pengetahuan guru tentang inovasi pembelajaran yang rendah.
Rounded Rectangle: Kondisi awal
Rounded Rectangle: Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran CTL
1. Siswa memperoleh pengalaman langsung
2. Pembelajaran berpusat pada siswa
3. Kejenuhan siswa terhadap pembelajaran dapat dihilangkan
4. Siswa dibimbing cara-cara membaca sekilas.
Rounded Rectangle: Tindakan
Rounded Rectangle: 1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna
2. Keterampilan membaca sekilas siswa dapat meningkat.
Rounded Rectangle: Kondisi akhir

 



Skema kerangka berpikir


  1. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan
diatas, maka dapat dirumuskan suatu hipotesis, yaitu : Penerapan pembelajaran
CTL  (Contexstual Teaching and
Learning)
dapat
meningkatan kemampuan siswa membaca sekilas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
pada siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten
Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.     
Setting  Penelitian
            Penelitian ini
dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten
Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan di tempat ini dengan pertimbangan
kemudahan pihak peneliti dalam mengadakan penelitian dan kerja sama dengan
pihak sekolah. Penelitian ditetapkan pada siswa kelas V ( lima ) yang merupakan cerminan anak kelas
tinggi yang konsep pembelajarannya Bahasanya lebih kompleks dan membutuhkan
metode maupun strategi pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pemahaman
siswa. Penelitian ini direncanakan dalam 5 bulan yaitu dari bulan Januari
sampai Mei pada semester 2 tahun pelajaran 2010/2011
B.      
Subyek Penelitian
            Subyek penelitian pada Penelitian
Tindakan Kelas  ini adalah siswa kelas V SD
Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar sejumlah  30 siswa, 16 siswa perempuan dan 14 siswa
laki – laki .
C.     
Bentuk dan Strategi
Penelitian
D.     
Sumber Data
            Data penelitian ini dikumpulkan berupa informasi – informasi penting
yang berkaitan dengan proses pembelajaran membaca sekilas. Adapun sumber data
yang ada dalam penelitian ini meliputi :
1.Peneliti
2.Guru kelas V SD Negeri 02 Blorong.
3.Kepala SD Negeri 02 Blorong.
4.Siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong.
5.Tempat dan peristiwa.
6.Dokumen, hasil belajar, dan benda – benda yang terkait.
E.      
Teknik Pengumpulan Data
        Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1.         
Observasi
                 Teknik
ini digunakan untuk mengamati pelaksanaan dan pengembangan pembelajaran membaca
sekilas yang dilakukan guru dan siswa.
2.         
Wawancara
Teknik ini digunakan
untuk memperoleh data dari informan tentang pelaksanaan berbicara di kelas,
berbagai informasi mengenai kesulitan yang dialami baik oleh siswa maupun guru
mengenai pembelajaran membaca sekilas.
3.         
Kajian dokumen
Kajian dokumen ini
digunakan untuk melengkapi dan memperjelas hasil informasi yang telah diperoleh
sebelumnya. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah dengan cara
menganalisis dokumen yang ada.
4.         
Tes
                Pemberian
tes ditujukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan  dari setiap siklus.
F.      
Validitas Data
            Data diuji
validitasnya menggunakan teknik triangulasi sumber data tentang kesulitan guru
dalam pembelajaran membaca sekilas. Selain itu menggunakan triangulasi metode
misalnya tentang peningkatan keterampilan / pengamatan terhadap pembelajaran
yang berlangsung, dan analisis data terhadap nilai – nilai siswa. Peneliti
melakukan kegiatan diantaranya: 10 memberikan tes menulis laporan untuk
menganalisis sejauh mana penguasaan siswa terhadap kompetensi dan 2) melakukan
wawancara dengan guru mengenai hambatan – hambatan yang dijumpai saat proses
pembelajaran.
G.       
Teknik Analisis Data
            Dalam penelitian
kualitatif, analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses
penelitian dilaksanakan. Data diperoleh, dan kemudian dikumpulkan untuk diolah
secara sistematis. Dimulai dari wawancara observasi, dan lain – lain. Teknik
analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif.
Oval: Pengumpulan Data                                                                                           
                                                                       
                                                          
                                                          
Oval: Penyajian  Data
   
                                                                                                                                           
                                               
                                                          
                                                                                                           
Oval: Reduksi  Data             
                                                                        
                                   

 



  
Sumber   :    Miles 
dan   Huberman 
H.       
Prosedur Penelitian
            Prosedur penelitian
adalah suatu rangkaian tahap – tahap penelitian dari awal sampai akhir.
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 3
siklus.
Masing – masing
siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan refleksi. Berikut
tahap-tahap per siklusnya :
Siklus I
1. Perencanaan
a). Peneliti berdiskusi dengan guru
tentang pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia.
b). Membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran.
c).
Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana minat siswa dengan pada
pembelajaran  Bahasa Indonesia dengan
penerapan.
2.
Tindakan
a). Siswa
mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi  yang akan diajarkan.
b). Siswa melaksanakan tugas
yang diberikan guru.
3.
Observasi
Peneliti
mengamati kondisi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
di kelas.
4.
Refleksi
Minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia cukup rendah, karena
kegiatan pembelajaran hanya dilaksanakan dengan ceramah. Sehingga perlu
dilaksanakan siklus II, dan dalam siklus ini nanti pembelajaran dilaksanakan
dengan pendekatatan CTL.
Siklus II
1. Perencanaan
a). Berdiskusi dengan guru kelas tentang
pembelajaran Bahasa Indonesia yang akan dilakukan, yaitu tentang :
         
Materi
yang akan diajarkan
         
Merencanakan
pendekatatan CTL yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
b). Memilih sumber bahan pembelajaran.
2. Tindakan
a). Sebelumnya guru memberi pilihan pada
bacaan apa kita membaca sekilas.
b). Saat pembelajaran dilaksanakan, guru mengawasi
jalannya pembelajaran.
3. Observasi
Dalam pelaksanaan pendekatatan CTL ini,
peneliti mengamati setiap yang dilaksanakan guru untuk mengarahkan setiap
pemeran dalam melaksanakan perannya masing-masing.
4. Refleksi
Peneliti menganalisis hasil pekerjaan
siswa, yaitu tugas yang diberikan guru setelah kegiatan bermain peran
dilaksanakan. Siklus II perlu dilaksanakan karena hasil dari siklus I belum
maksimal.
Siklus III
1. Perencanaan
a).
Mengubah / menambah jumlah pemain.
b). Mengubah inti permasalahan yang diperankan.
2. Tindakan
a). Sebelum pembelajaran dilaksanakan,
guru melatih siswa yang akan berperan dalam kegiatan bermain peran.
 b).
Saat pembelajaran dilaksanakan, guru mengamati peran yang dilakukan siswa dan
sesekali mengarahkannya.
3. Observasi
Peneliti mengamati setiap arahan dan
bimbingan yang dilakukan guru dalam setiap penampilan siswa.
4. Refleksi
Dari pelaksanaan siklus III ini siswa
semakin luas pengetahunnya tentang hak dan kewajibannya, baik dalam
kehidupannya di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Dengan penerapan pendekatatan
CTL ini siswa semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran, khususnya Bahasa
Indonesia
JADWAL PENELITIAN
No
Kegiatan
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
1.
Penyusunan proposal
x
x
2.
Diskusi proposal
x
x
x
3.
Persiapan;
a.     
Perizinan
b.    
Pembuatan instrumen
x
x
x
4.
Pelaksanaan :
Siklus I
Siklus II
Siklus selanjutnya
x
x
x
x
x
x
x
x
5.
Uji keabsahan data
x
6
Membuat draf  laporan penelitian
x
7
Diskusi draf  laporan
x
8
Penyempurnaan /
penyusunan laporan
x
x
9
Penggandaan dan
penjilidan
x
10
Seminar / revisi
x



DAFTAR PUSTAKA
St . Y . Slamet . 2007 . Dasar –
Dasar Keterampilan Berbahasa Iindonesia .
Surakarta : FKIP UNS
Mintowati,
Maria. 2003. Membaca. Jakarta: Depdiknas.
St
. Y . Slamet dan Suwarto.2007.  Dasar
– Dasar Metodologi Penelitian Kualitatif.
Surakarta: UNS Press
Santosa
Puji dkk.2008. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta:
Universitas Terbuka
Drs.
Sugiyanto,M.Si.2008. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: UNS
Udin
S. Winata Putra dkk.2007.Teori Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Universitas Terbuka
I.G.A.K Wardani, dkk.2007.  Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas
Terbuka



LAMPIRAN
PENILAIAN KETERAMPILAN MEMBACA LAPORAN PENGAMATAN
SISWA
KELAS V SDN 01 TUNGGULREJO
No
Nama Siswa
Aspek Penilaian
Nilai
Ketuntasan
I
II
II
1.
Nilai rata – rata
Ketuntasan belajar ( % )
Keterangan      :
a. Aspek penilaian
       I.           
Penggunaan bahasa laporan yang baik ( tata bahasa )
    II.           
Kejelasan isi laporan dengan data yg ada di lapangan
 III.           
Pemilihan / penyusunan kalimat
b.
Bobot nilai  :
Sangat baik     : 5
Baik                 : 4
Cukup             : 3
Kurang                :
2
Sangat kurang : 1
a.                  
Perolehan nilai akhir dapat
dicari dengan rumus :
Skor perolehan  x skor ideal ( 100 )          = nilai
Skor maksimum

           ( 15 )

B. Indonesia K T I

Related Post