3 Tahap Perolehan Bahasa Anak

63 views
Reading Time: 2 minutes

Tahap-Tahap Pemerolehan Bahasa Anak

 

perolehan bahasa anak

 

Huda  (1987:1)  menyatakan  bahwa   pemerolehan bahasa  adalah  proses  alami  di dalam  diri  seseorang untuk  menguasai bahasa. Pemerolehan  bahasa   biasanya   didapatkan  dari   hasil  kontak   verbal   dengan penutur  asli  lingkungan   bahasa   itu.  Dengan  demikian,  istilah   pemerolehan bahasa   mengacu   pada   penguasaan  bahasa   secara   tidak   disadari  dan   tidak terpegaruh oleh  pengajaran bahasa  tentang sistem  kaidah  dalam  bahasa  yang dipelajari.

Pada tahap-tahap permulaan pemerolehan bahasa, biasanya  anak-anak memproduksi perkataan orang dewasa yang disederhanakan sebagai berikut:

1. Tahap satu kata atau Holofrastis

Tahap ini berlangsung ketika anak berusia antara 12 dan 18 bulan. Ujaran-ujaran yang mengandung kata-kata tunggal diucapkan anak untuk mengacu pada benda- benda yang dijumpai  sehari-hari. Pada usia ini, sang anak sudah mengerti bahwa bunyi  ujar  berkaitan dengan  makna  dan  mulai  mengucapkan kata-kata yang pertama. Itulah  sebabnya tahap  ini  disebut   tahap   satu  kata, satu  frase, atau kalimat, yang berarti bahwa  satu  kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep  yang lengkap. Misalnya “mam” (Saya minta makan);  “pa” (Saya mau papa ada di sini).

 

2. Tahap dua kata, Satu frase

Tahap  ini  berlangsung ketika  anak  berusia 18-20  bulan.  Ujaran-ujaran yang terdiri atas dua kata mulai muncul seperti mama mam dan papa ikut. Kalau pada tahap  holofratis  ujaran  yang  diucapkan si anak  belum  tentu  dapat  ditentukan makna, pada  tahap  dua kata  ini, ujaran  si anak harus  ditafsirkan sesuai  dengan konteksnya. Pada  tahap  ini  pula  anak  sudah  mulai  berpikir secara  “subjek  + predikat”  meskipun hubungan-hubungan seperti infleksi, kata  ganti  orang  dan jamak belum dapat  digunakan. Dalam pikiran  anak itu, subjek + predikat”  dapat terdiri atas  kata  benda  + kata  benda, seperti “Difa mainan”  yang berarti “Difa sedang bermain dengan mainan”.

 

3. Ujaran Telegrafis

Pada usia 2 dan 3 tahun, anak mulai menghasilkan ujaran  kata ganda (multiple- wordutterences) atau  disebut   juga  ujaran  telegrafis. Anak juga  sudah  mampu membentuk  kalimat    dan   mengurutkan   bentuk-bentuk   itu   dengan    benar. Kosakata anak berkembang dengan  pesat  mencapai  beratus-ratus kata dan cara pengucapan kata-kata semakin mirip dengan bahasa orang dewasa.

 

 

 

Anak Bahasa

Related Post

Leave a reply