Bagaimana Proses Mata Kita Bisa Melihat ?

Posted on

BAGAIMANA PROSES KITA BISA MELIHAT ?


Cahaya yang ditangkap akan melalui kornea, aqueous humor, pupil, lensa, viteous humor, dan akhirnya sampai pada retina. Cahaya ini menstimulasi fotoreseptor untuk menyampaikan impuls ke saraf penglihatan. Lensa berfungsi memfokuskan cahaya pada fovea yang merupakan bagian ttn pada retina yang memiliki sel konus lebih banyak dibandingkan dengan bagian lain. Sel konus amat peka terhadap cahaya terang dibandingkan dengan sel batang sehingga sel konus amat peka untuk pengmatan terhadap warna. Jika cahaya dipusatkan pada fovea, maka kita akan melihat benda dengan jelas. Di bagian lain sel-sel batang tidak sebanyak di fovea sehingga bila cahaya terfokus di bagian lain fovea maka kejelasan pengamatan terhadap benda menjadi berkurang.
MANUSIA  BISA MELIHAT DI MALAM HARI DIBANDINGKAN HEWAN 
Mata manusia berisi lebih sedikit sel-sel batang dibandingkan dengan mata hewan, sehingga manusia punya kemampuan melihat yang kurang baik pada malam hari. Kucing, rusa, dan burung hantu dapat melihat dengan cermat pada malam hari karena memiliki banyak sel-sel batang. Burung hantu bahkan memiliki sel-sel konus sedikit sekali sehingga akan mengalami kebutaan di siang hari.
 
KITA BUTUH WAKTU 20 DETIK UNTUK MELIHAT DI TEMPAT GELAP SETELAH BERPINDAH DARI TEMPAT YANG TERANG
Pada malam hari cahaya tidak cukup untuk menstimulasi sel-sel konus, akan tetapi kurang kuat menstimulasi sel-sel batang. Sel-sel batang tidak dapat membedakan warna sehingga kita tidak dapat melihat warna cahaya apabila cahaya mengenai benda redup. Sel-sel batang mampu mensubstansikan zat warna jingga[visual purple]. Cahaya yang terang dapat memudarkan warna jingga. Inilah sebabnya sel-sel batang kurang peka terhadap cahaya yang berlebihan. Pada malam hari zat warna jingga tidak cepat pudar, sehingga sel-sel  batang dapat memanfaatkannya apabila membutuhkannya.