Sejarah Pembangunan dan Letak Geografis Waduk Cengklik

85 views

Sejarah Pembangunan dan Letak Geografis Waduk Cengklik

 

Waduk adalah waduk alam atau waduk buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton.

Waduk Cengklik terletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sejarah pembangunan waduk Cengklik pada tahun 1926 – 1928 oleh Pemerintah Belanda. Nama Cengklik diambil dari dukuh pertama yang dimulai menjadi waduk yaitu Dukuh Cengklik. Waduk ini terletak di Desa Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak ± 20 km, ke arah timur laut Kota Boyolali, Bila dari Bandara Adi Sumarmo ± 1,5 KM (di sebelah barat bandara ). waduk dengan luas genangan 300 ha ini dibangun pada zaman Belanda, tujuannya untuk mengairi lahan sawah seluas 1.578 ha.

Info lain :  Bagi Pendaftar SNMPTN, SBMPTN Maupun Mengajukan KIP, Cek dan Verval NISN Dulu

Letak Waduk Cengklik sangat strategis, berdekatan dengan Bandara Adi Sumarmo, Asrama Haji Donohudan, Monumen POPDA, dan Lapangan Golf. Sehingga selain dimanfaatkan sebagai sarana irigasi, Waduk Cengklik juga dimanfaatkan untuk perikanan dan destinasi wisata air di kabupaten Boyolali.

Waduk Cengklik bisa digunakan dengan berbagai cara untuk mengontrol aliran air melalui saluran dari hulu ke hilir.  Waduk Cengklik juga dikenal sebagai atenuasi atau penyeimbangan waduk, waduk sebagai pengendali banjir mengumpulkan air saat terjadi curah hujan tinggi, dan perlahan melepaskannya selama beberapa minggu atau bulan. Beberapa dari waduk seperti ini dibangun melintang tehadap aliran sungai dengan aliran air dikontrol melalui orrifice plate. Saat aliran sungai melewati kapasitas orrifice plate di belakang waduk, air akan berkumpul di dalam waduk. Namun saat aliran air berkurang, air di dalam waduk akan dilepaskan secara perlahan sampai waduk tersebut kembali kosong. Tetapai seiring perkembngan jaman, fungsi utama waduk cengklik mulai bergeser yaitu sebagai pariwisata dan perikanan dan sesekali sebagai irigasi saat debit air memungkinkan.

Info lain :  Ketentuan Kelulusan Terbaru Tahun Pelajaran 2020/2021 SD SMP SMA SMK

       Sarana Irigasi

Waduk Cengklik, merupakan waduk tunggal guna. Waduk ini pada jaman penjajahan Belanda memiliki fungsi utama sebagai irigasi areal pertanian disekitar waduk. Ciri khas utama sebuah waduk yang memiliki fungsi sebagai pengairan adalah memiliki pintu air yang digunakan sebagai saluran irigasi. Saluran irigasi pada waduk cengklik saat ini masih difungsikan, walaupun tidak sepenuhnya.

Areal pertanian yang mengandalkan irigasi dari Waduk Cengklik adalah seluas 1957 hektar, yang terdiri dari areal pertanian padi dan palawija. Selama ini, air Waduk Cengklik digunakan di 3 kecamatan, Kecamatan Ngemplak terdapat 12 desa, Kecamatan Nogosari sebanyak lima desa dan kecamatan Colomadu Karanganyar.

Budidaya Ikan dan Penangkapan Ikan

Info lain :  RANCANGAN PENGEMBANGAN LABORATORIUM BIOLOGI

Selain sebagai irigasi pertanian, Waduk Cengklik juga dimanfaatkan oleh petani ikan yaitu untuk budidaya keramba ikan. Perikanan yang dibudidayakan di Waduk Cengklik adalah ikan Nila (Oreochromis nilotic). Jumlah unit usaha petani ikan Nila yang ada di Waduk Cengklik adalah 68 petani dengan hasil produksi sekitar 570 ton per tahun dengan omset rata-rata pertahun Rp. 8 Milyar.  Untuk pengelolaan perikanan di Waduk Cengklik para petani tergabung dalam kelompok tani Ikan Mina Sejahtera

boyolali cengklik irigasi manfaat Sejarah waduk

Related Post