Teori Pemrosesan Informasi Gagne

Posted on
 Teori Pemrosesan
Informasi Gagne



Teori pemrosesan informasi
merupakan teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Robert Mills Gagne.
Menurut gagne belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi
. Proses belajar meliputi persepsi, pengkodean, dan penyimpanan di dalam memori jangka
panjang
tidak
berbeda halnya.
Teori pemrosesan informasi memberikan
perspektif baru pada pengolahan pembelajaran yang akan menghasilkan belajar
yang efektif. Menurut Slavin, (2000:175) teori ini menjelaskan
pemrosesan,
penyimpanan, dan mengungkapkan kembali pengetahuan atau informasi-informasi
yang telah diterima sebelumnya oleh otak (Trianto, 2010:32)
.
Pembelajaran
merupakan faktor penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil
kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran
dalam bentuk hasil belajar. Model pemrosesan informasi dapat digambarkan
sebagai kumpulan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis-garis. Kotak
menggambarkan fungsi-fungsi atau keadaan sistem, sedangkan garis-garis
menggambarkan transformasi yang terjadi dari satu keadaan ke keadaan yang lain.
Pemrosesan informasi akan terjadi melalui interaksi antara kondisi-kondisi
internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan
dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses
kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah
rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar atau
model pembelajaran yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak
melalui beberapa indera yang sesuai dengan hakikat pembelajaran IPA khususnya
biologi yang menekankan untuk pengamatan secara langsung.
Komponen
pertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang masuk adalah
registrasi penginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar
informasi dari indera dan menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat sehingga
apabila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam
register penginderaan, maka dengan cepat informasi itu akan hilang. Keberadaan
register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian
pada suatu informasi bila informasi tersebut dianggap penting. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk
membawa semua informasi dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran (Trianto,
2010:34).
Semua
informasi yang masuk hanya sebagian kecil yang disimpan oleh otak untuk
dilanjutkan ke dalam memori jangka pendek, dan selebihnya hilang. Informasi
yang masuk memori jangka pendek hanya dalam jumlah yang terbatas dan dalam
waktu yang terbatas pula, sehingga seseorang harus mengingat dan
menghafalkannya jika ingin diteruskan kedalam memori jangka panjang. Memori
jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi
untuk periode panjang.

Memori
jangka panjang dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1)
Memori
episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari
pengalaman-pangalaman pribadi, (2) Memori semantik, yaitu suatu bagian dari
memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum atau
generalisasi informasi yang diketahui, konsep, prinsip dalam bentuk skema
jaringan hubungan yang saling berkaitan, (3) Memori prosedural adalah memori
yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu, khususnya tugas
fisik (Trianto, 2010:36). Dari ketiga bagian memori tersebut memori sematik
terbukti lebih baik dalam menyerap informasi yang sesuai untuk disimpan dalam
memori jangka panjang karena menggunakan skema yang telah dikembangkan dengan
baik. Skema yang dikembangkan dengan baik akan merangsang perkembangan otak
kanan, skema tersebut dapat berupa bagan misalnya peta konsep atau Concept map.


Daftar Pustaka


Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif:
Konsep, Landasana, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP)
. Jakarta: Penerbit
Kencana.