Tes CPNS Jalur Cumlaude

Posted on

Kabar  gembira
bagi guru untuk lulusan Cumlaude yang belum PNS, ada hak khusus bagi anda yang berprestasi  dibangku kuliah, simak saja berikut ini:

JAKARTA – Rekrutmen CPNS 2016
memberikan kursi khusus bari sarjana cum laude. Sempat merebak kabar, kursi
CPNS diberikan kepada mahasiswa bernilai tinggi itu tanpa tes. Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) langsung
mengklarifikasinya.
Kepala Biro Hukum, Kominikasi dan Informasi
Publik (Hukip) Kementerian PAN-RB Herman Suryatman membenarkan memang bakal
disiapkan kuota khusus untuk putra-putri berprestasi. “Pada saat tes CPNS 2014
lalu, kuota sarjana cum laude juga sudah ada,” katanya di Jakarta kemarin.

Namun Herman menjelaskan kuota untuk sarjana
berprestasi itu ada aturannya. Tidak asal sarjana ber-IPK tinggi bisa masuk
CPNS melalui formasi khusus ini. Diantara ketentuannya adalah sarjana cum laude
harus lulus dari perguruan tinggi dengan akreditasi lembaga A dan akreditasi
program studi (prodi) A.
Kalau kampusnya berada di luar negeri, harus
mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi (Ristekdikti). “Dan syarat terakhir nilainya harus kategori cum laude,”
jelas dia. Kriteria nilai cum laude adalah IPK di atas 3,50 di skala 4,00.
Seluruh pendaftar CPNS baru kuota sarjana
berprestasi, tetap akan diseleksi. Hanya saja seleksinya antar sesama sarjana
berprestasi. Pengalaman tahun lalu jumlah pendaftar kuota khusus ini jauh lebih
banyak dibanding kursi yang tersedia.
Selain ketentuan itu, Herman menjelaskan kuota
CPNS baru untuk sarjana cum laude itu tetap merujuk pada Undang-Undang 5/2014
tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di dalam UU ini diatur bahwa kuota CPNS
umum maupun sarjana cum laude tetap harus diusulkan secara resmi oleh instansi
pusat maupun daerah.
Diantaranya harus ada analisis kebutuhan dari
instansi yang nanti menampung mereka. Sampai saat ini Herman menegaskan belum
ditetapkan kuota CPNS sarjana cum laude.
Herman menjelaskan pada dasarnya dibuka kuota
CPNS khusus untuk sarjana berprestasi ini untuk meningkatkan SDM aparatur
pemerintahan. Dia tidak ingin SDM unggul jebolan kampus-kampus ternama lari ke
perusahaan swasta semuanya. Sehingga SDM baru di pemerintahan tinggal
mendapatkan sisa yang tidak terserap di perusahaan swasta.
Dia menuturkan selama ini sarjana berprestasi
tidak berminat masuk CPNS karena ada stigma negatif pelaksanaan tes yang tidak
akuntabel. Pengisian kursi CPNS baru mereka anggap masih bisa dimainkan oleh
oknum-oknum tertentu.
“Kita jamin dengan sistem rekrutmen CPNS yang
terpusat di panitia seleksi nasional, berjalan lebih objektif,” tutur Herman.
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI) Sulistiyo mendukung dibukanya jalur CPNS baru khusus untuk sarjana
berprestasi. Dia berharap sistem ini bisa dijalankan juga untuk mengisi
kekosongan guru.
“Selain mengangkat melalui CPNS baru, pengisian
guru PNS yang kurang bisa dilakukan dengan mengangkat honorer,” tuturnya. Dia
menjelaskan kekurangan guru PNS paling mencolok di jenjang SD. (wan)
Sumber : jpnn.com