Tujuh Kecerdasan Asli yang Dikemukakan Oleh Gardner  

21 views

Tujuh kecerdasan asli yang dikemukakan oleh Gardner

 

  1. KECERDASAN LINGUISTIK (BAHASA)

Merupakan suatu kemampuan untuk membaca dan menulis dengan baik. Orang yang kuat dalam wilayah ini juga memiliki ketrampilan mendengar yang sangat berkembang, perbendaharaan kata yang luas, dan ejaan terasa mudah bagi mereka. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk menggukan inti operasional bahasa dengan jelas.

Aspek-aspek utama dari kecerdasan ini adalah komunikasi melalui membaca, menulis, mendengar, dan berbicara berdasarkan kunci kemampuan literasi. Kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan berbagai pengalaman sebelumnya, juga merupakan satu komponen penting dari kecerdasan ini.

Orang-orang yang cakap di bidang kecerdasan verbal/linguistik ini mampu membentuk dan mengenali kata-kata dan pola-polanya dengan penglihatan, pendengaran, dan dalam beberapa kasus persentuhan. Orang-orang yang kuat dalam kecerdasan ini mampu menghasilkan dan menghaluskan bahasa dan mempergunakan banyak bentuk dan formatnya.

Di ruang kelas, kecerdasan verbal dirangsang melalui kegiatan bercerita, berdebat, berpidato, dan bersandiwara. Membaca dan merespon berbagai variasi teks, juga menulis bermacam tema esai, cerita, surat, dab lelucon, akan berguna untuk mengembangkan potensi kecerdasan ini. Untuk mengaktifkan kecerdasan verbal ini para guru sebaiknya mendorong para siswanya untuk menghubungkan berbagai pengalaman masa lalu dangan pengetahuan yang baru. Strategi yang sering dikaitkan dengan transfer ini akan membantu para siswa untuk menghubungkan dan memahami berbagai ide dan informasi baru secara lebih baik.

Berbagai pelejaran yang terfokus pada aspek verbal di bagian ini memberikan suatu cara bagi para pendidik untuk menginspirasi dan mempergunakan sifat-sifat dari kecerdasan ini di ruang kelas. Seluruh pelajaran ini akan memberikan bernagai peluang bagi para siswa untuk melatih dan menghaluskan keterampilan komunikasi verbal melalui beragam aktivitas dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.

  1. Kecerdasan Logika-Matematika

Kecerdasan ini adalah kemampuan untuk memepergunakan penalaran induktif dan deduktif, memecahkan masalah-masalah abstrak, dan memahami hubungan-hubungan kompleks antara analisis matematis dan proses-proses ilmiah. Singkatnya, kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk berpikir, menghitung, dan menangani pemikiran logis. Orang-orang yang kuat dalam hal kecerdasan logis-matematis mempunyai satu ketrampilan berpikir kritis untuk merangkai, menghubungkan, menganalisis, dan mengestimasi sehingga orang-orang tersebut sangat mampu untuk menganalisis dan mengklasifikasi informasi, membuat teori, dan menciptakan pola-pola dan hipotesis-hipotesis. Mereka sering unggul dalam penggunaan matematika, sains, dan komputer. Para siswa ini mempunyai suatu logika untuk berpikir pada level-level yang kompleks, menganalisis data, menafsirkan informasi, dan memecahkan jenis-jenis masalah yang beraneka ragam.

Seorang guru dapat membangkitkan kecerdasan logis-matematis di ruang kelas dengan cara memberikan aneka pelajaran yang diatur dan diurutkan dengan baik. Berbagai jenis teka-teki, permainan, proyek, eksperimen, aktivitas membuat kategorisasi,analogi, dan aktivitas apapun yang dilakukan pada sebuah komputer akan merangsang dan melatih kecerdasan ini.

Aktivitas-aktivitas yang terfokus pada yang logis-matematis dalam bagian ini akan membantu mengembangkan sifat-sifat dari kecerdasan ini dengan memberi para siswa kesempatan untuk merangkai, menganalisis, mengestimasi dan berlatih ketelitian, penyelidikan, dan mengembangkan.

  1. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan ini adalah kemampuan merasakan dunia visual secara akurat dan menciptakan kembali berbagai kesan visualnya sendiri. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk mengamati kondisi, warna, bentuk, dan tekstur dalam “mata pikiran” dan memproduksi ulang atau mengubah kesan-kesan ini menjadi berbagai representasi visual aktual seperti bentuk-bentuk seni. Orang yang kuat dalam wilayah ini sering memiliki ketrampilan melukis atau memahat, bahkan dengan sedikit saja melihat atau tidak melihat sama sekali.

Para siswa dengan kecerdasan visual-spasial bisa melihat aneka perbedaan warna yang hampir tidak kentara dan berbagai pola yang tidak biasa dan mampu menerjemahkan desain-desain ini pada media ekspresi yang dipilih. Para siswa ini senang dengan aneka alat seni, termasuk pensil, krayon, lukisan, kuas-lukis, dan grafik komputer, dan akan menghabiskan waktu senggangnya untuk membuat sketsa, menggambar, dan mendesain. Seringkali, karya-karya yang sempurna dari para siswa ini menunjukan berbagai hubungan visual-spasial seperti pola-pola inovatif dan pengubahan imajinatif atas berbagai obyek sehari-hari.

Untuk mengembangkan dan menginspirasi kecerdasan visual-spasial ini di ruang kelas, para guru dapat melengkapi ruang kelas dengan berbagai bahan seni, kamera, peta, program komputer/grafik, dan model karya seni. Untuk merangsang kecerdasan ini, bebaskan para siswa untuk bereksperimen di semua wilayah seni visual secara visual secara bebas, juga dalam kaitannya dengan berbagai tugas di bidang kurikulum yang lain.

Berbagai pelajaran di bagian ini menginspirasi perkembangan dari berbagai ketrampilan visual-spasial untuk menganalisis dan menciptakan kesan-kesan sambil merangsang ketrampilan untuk berpikir, berbicara, dan menulis.

  1. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang terkait dengan bahasa yang diukur dengan sensitivitas yang dimiliki seseorang terhadap susunan suara dan kemampuan merespon pola-pola suara ini secara emosional. Kecerdasan ini berkembang saat orang mulai belajar tentang pola titinada, nada, warna nada, dan irama.

Orang-orang dengan kecerdasan musikal/ritmis menunjukan minat yang besar untuk memainkan instrumen musik dan menyanyi. Mereka sengaja mengelilingi diri mereka dengan musik dari berbagai jenis dan dapat mengidentifikasi, sekaligus membedakan komponen musik, seperti nada, tingkat kecepatan, dan orkestrasi.

Di ruang kelas, kecerdasan musikal/ritmis itu terangsang ketika para siswa diizinkan untuk menciptakan dan menggunakan lagu, ketokan, sorak-sorai, syair, dan sajak. Aktivitas lainnya yang bisa mendorong kecerdasan ini ialah mendengar dan berbicara dengan irama dan pola serta mempelajari berbagai simbol, kunci, dan istilah yang beragam, yang dipakai dalam menciptakan dan membaca musik.

Pelajaran-pelajaran dalam bagian ini mengembangkan kecerdasan musikal/ritmis melalui berbagai jenis kesempatan untuk mendengarkan dan menciptakan musik, mengkaji ragam musik dari berbagai budaya dan belajar tentang peran-peran para musisi yang penting sepanjang sejarah. Pelajaran-pelajaran ini sejajar dengan ketrampilan literasi, yaitu membaca, berpikir, menulis, berbicara, dan mendengar dengan bakat menciptakan dan memahami musik.

  1. Kecerdasan Jasmani- Kinestetik

Kecerdasan jenis ini memungkinkan orang untuk mengontrol dan menafsirkan aneka gerakan tubuh, memanipulasi obyek-obyek fisik, dan membentuk harmoni pikiran dan tubuh.

Orang-orang dengan kecerdasan jasmaniah/kinestesis menafsirkan dunia melalui persentuhan dan gerakan. Para siswa ini menikmati olahraga dan aktivitas fisik, mempunyai pengertian yang bagus tentang arah, dan menggerakan tubuh mereka dengan pengertian ketepatan waktu yang tajam. Seorang individu yang kuat dalam kecerdasan jasmaniah/kinestesis mampu melakukan ketrampilan motorik kecil dengan baik dan bisa melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyusun, memahat, membongkar, dan mengumpulkan kembali dengan mudah.

Aktivitas kelas yang diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan jasmaniah/kinestesis itu mengandung berbagai kekuatan manipulatif dalam memecahkan masalah-masalah abstrak. Aktivitas yang memasukan gerakan fisik, seperti : perjalanan lapangan, permainan peran / akting, pelatihan mandiri / berlatih secara individual, dan kerja tim, baik dalam olahraga maupun permainan, akan menstimulasi kecerdasan ini.

Aktivitas – aktivitas dalam bagian ini memungkinkan para siswa untuk bisa mengembangkan dan mempraktekan kecerdasan jasmaniah / kinestesis mereka. Seluruh pelajaran ini memberi peluang untuk menggunakan dan mengeksplorasi aneka gerakan dan menggunakan objek-objek fisik dalam pembelajaran mereka.

  1. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Kemampuan ini melibatkan penggunaan berbagai ketrampilan : verbal dan nonverbal, kemampuan kerjasama, manajemen konflik, strategi membangun konsensus, kemampuan untuk percaya, menghormati, memimpin, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan umum.

Orang-orang yang mempunyai ketrampilan kecerdasan interpersonal yang kuat lebih suka bekerja dalam berbagai situasi di mana mereka dapat menjadi sosial, merencanakan secara bersama, dan bekerja dengan orang lain demi keuntungan timbal balik. Para siswa jenis ini akan lebih suka bekerjasama ketimbang bekerja sendirian dan menunjukkan ketrampilan empati dan komunikasi yang baik.

Di ruang kelas aneka aktivitas kelompok, permainan kerjasama dan proyek-proyek tim kreatif, mendorong timbulnya kecerdasan antar personal. Pendekatan-pendekatan instruksional multimedia juga bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan interpersonal.

  1. Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk membentuk sebuah model diri seseorang yang akurat dan menggunakan model itu untuk dilaksanakan secara efektif dalam kehidupan. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mengerti diri sendiri dan mengambil tanggungjawab atas kehidupan dan proses belajar seseorang.

Para siswa dengan ketrampilan intrapersonal yang kuat mengenali berbagai kekuatan dan keterbatasan mereka dan menantang diri mereka sendiri supaya bisa menjadi lebih baik. Siswa jenis ini berorientasi pada tujuan, reflektif, dan melihat kesuksesannya sebagai hasil langsung dari perencanaan, usaha, dan ketekunannya sendiri.

Aktivitas-aktivitas yang merangsang kecerdasan intrapersonal di ruang kelas di antaranya adalah kesempatan untuk memecahkan masalah menggunakan metakognisi, melatih konsentrasi, menetapkan tujuan, dan menulis dalam catatan-catatan harian pribadi. Siswa dalam kecerdasan intrapersonal memerlukan waktu belajar bebas untuk melakukan refleksi, visualisasi, relaksasi, dan menemukan diri sendiri.

Berbagai pelajaran intrapersonal dalam bagian ini mengajarkan pada pengajar cara-cara menggunakan dan menginspirasikan sifat-sifat dari kecerdasan ini di ruang kelas. Berbagai pelajaran dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan aneka ketrampilan intrapersonal dan ketrampilan literasi melalui aktivitas reflektif, metakognitif, independen, dan pemecahan masalah.

Selain ketujuh kecerdasan di atas, adapula yang menambahkan satu kecerdasan lagi yaitu kecerdasan naturalis. Kecerdasan ini adalah kemampuan menggunakan input sensorik dari alam untuk menafsirkan lingkungan seseorang. Kecerdasan ini memungkinkan orang-orang berkembang dengan pesat dalam lingkungan-lingkungan yang berbeda dan mengkategorisasi, mengamati, beradaptasi, dan menggunakan fenomena alam.

Orang-orang dengan kecerdasan ini yang sudah sangat berkembang di antaranya adalah para penjelajah dan ilmuwan, seperti para ahli lingkungan, ahli ilmu tumbuhan dan ahli ilmu hewan. Dilengkapi dengan apresiasi pada berbagai hubungan manusia dengan alam, orang-orang yang kuat kecerdasan naturalisnya juga dengan mudah memiliki pengetahuan tentang aneka hal tertentu di berbagai wilayah dari studi-studi sosial dan pengetahuan ilmiah pada umumnya.

Aktivitas-aktivitas yang terinspirasi dari kecerdasan naturalis di antaranya adalah menyelidiki, mengklasifikasi, dan mengoleksi berbagai unsur di alam, melakukan berbagai eksperimen ilmiah, dan meneliti solusi-solusi bagi berbagai keprihatinan lingkungan. Semua aktivitas yang membantu para siswa untuk dapat mengklasifikasi kehidupan tanaman dan meneyelidiki habitat benda-benda hidup juga dapat meningkatkan kecerdasan naturalis.

 

jenis kecedasan gardner howard

Related Post