Vitamin B6 : Sumber, Fungsi, dan Gejala Defisisensinya

36 views

Sumber dan Fungsi Vitamin B6

 

Vitamin B6, nama lain: Piridoksin, Piridoksal, Piridoksamin

Fungsi vitamin B6

Bagian dari koenzim PLP (Pyridokxal Phosphate) dan PMP (Pyridoxamine Phosphate) terutama dalam transaminasi, karboksilasi dan reaksi lain yang berkaitan dengan metabolisme protein. Dekarboksilasi yang bergantung pada PLP menghasilkan berbagai bentuk amin, seperti epinefrin, norepinefrin dan serotonin. PLP juga berperan dalam pembentukan asam alfa-aminolevulinat yaitu precursor hem dalam hemoglobin. PLP dibutuhkan dalam perubahan triptofan menjadi niasin. Sebagai koenzim fosforilase, PLP membantu pelepasan glikogen dari hati dan otot sebagai glukosa-1-fosfat. PLP juga terlibat dalam perubahan asam linoleat menjadi asam aracikidonat yang mempunyai fungsi biologis penting. Pembentukan sfingolipida ynag diperlukan dalam pembentukan lapisan myelin yang menyarungi sel-sel saraf juga memerlukan PLP. PLP mengatur sintesis pengantar saraf asam gama amino butirat. Piridoksin berada dalam otak dalam konsentrasi tinggi walaupun pada taraf plasma rendah.

Absorbsi dalam tubuh:

Sebelum diabsorbsi, vitamin B6 dalam makanan yang terutama terdapat dalam bentuk fosforilasi, dihidrolisis oleh enzim fosfatase di dalam usus halus. Di dalam hati, ginjal, dan otak vitamin B6 difosforilasi kembali untuk kemudian diubah menjadi bentuk PLP oleh enzim oksidase. Fosforilasis dan perubahan oksidatif vitamin B6 juga dapat terjadi di dalam sel darah merah dimana PLP terikat pada hemoglobin. Sebanyak 50% jumlah vitamin B6 dalam tubuh disimpan dalam otot. PLP di dalam hati diikat oleh apoenzim dan beredar di dalam darah dalam keadaan terikat dengan albumin. PLP yang tidak terikat diubah menjasi asam piridoksat oleh enzim oksidase di dalam hati dan ginjal, yaitu metabolit utama yang dikeluarkan melalui urin.

Faktor yang mempengaruhi absorbsi:

  • Cara ekskresi dalam tubuh:

Vitamin B6 diekskresikan atau dikeluarkan melalui urin atau proses urinaria.

  • Stabilitasnya

Piridoksin tahan panas dalam keadaan asam, tidak begitu stabil dalam larutan alkali dan tidak tahan cahaya. Pada suhu beku 36 akan kehilangan vitamin B6 hingga 55%.

 

Gejala defisiensi dan kelebihan dari vitamin B6:

Gejala defisiensi:

Kekurangan vitamin B6 jarang terjadi. Bila terjadi biasanya bersamaan dengan kekurangan vitamin B kompleks lain.

Kekurangan vitamin B6 menimbulkan gejala yang berkaitan dengan metabolisme protein seperti lemah, mudah tersinggung dan sukar tidur. Kekurangan lebih lanjut mengakibatkan gangguan pertumbuhan, gangguan fungsi motorik dan kejang, anemia, penurunan pembentukan antibody, peradangan lidah, luka pada bibir disudut-sudut mulut dan kulit. Bisa juga mengakibatkan kerusakan pada system saraf pusat.

Gejala kelebihan:

Konsumsi berlebih selama berbulan-bulan dapat mengakibatkan kerusakan saraf ynag tidak dapat diperbaiki. Dimulai pada kesemutan di kaki kemudian mati rasa pada tangan dan akhirnya tubuh tidak dapat bekerja.

Sumber:

Vitamin B6 paling banyak terdapat di dalam khamir, kecambah gandum, hati ginjal, serealia tumbuk, kacang-kacangan, kentang, dan pisang. Susu, telur, sayur, dan buah mengandung sedikit vitamin B6 di dalam bahan makanan hewani lebih mudah diabsorpsi dari pada yang terdapat didalam makanan nabati.

Kebutuhan vitamin B6 pada orang sehat:

Rekomen intake: dewasa (19-50 tahun) = 1,3 mg perhari

Level maksimum dewasa = 100 mg perhari

 

vitamin B6 fungsi sumber defisiensi

Related Post